Rektor Unram Lirik Kursi NTB 1

0

Sektor pendidikan Bakal Jadi Konsep Utama Dalam Pembangunan

 

Mataram. Radio Arki- Pemilihan gubernur NTB masih tinggal dua tahun lagi, tetapi berbagai kalangan telah mulai mendaklarasikan diri untuk merebut kursi NTB 1 pasca ditinggalkan TGB nanti. Termasuk salah satunya yang saat ini menunjukkan keseriusan masuk dalam ajang bergengsi tersebut adalah Rektor Universitas Mataram, Prof. Ir. H. Sunarpi.

Guru besar yang telah menjabat selama dua periode di perguruan tinggi ternama di NTB tersebut bahkan telah mulai memasang ancang-ancang dengan memunculkan konsep pendidikan sebagai visi utama dalam pembangunan nanti.

“Jadi ini yang menyebabkan kenapa bangsa kita berbeda dengan bangsa yang lain. Sejak merdeka 71 tahun belum bergeser statusnya sebagai bangsa berkembang. Padahal apa sih kurangnya Indonesia, kita Negara OPEC, Negara G-8. Ternyata kondisi alam yang melimpah ruah itu tidak menjamin bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan sejahtera”, terang Sunarpi, ditemui Senin (7/11).

Menurutnya, perbaikan kualitas pendidikan merupakan satu-satunya alat mengubah wajah NTB kedepan bahkan Indonesia secara umum. Tidak mungkin suatu bangsa dan daerah maju jika sumber daya manusianya (SDM) tidak berkualitas. Kualitas SDM hanya dapat dilahirkan melalui sistem pendidikan yang berkualitas. Untuk itu menurutnya, sekaya apapun Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki suatu bangsa dan daerah jika tidak dibarengi dengan kualitas SDM yang baik, maka tidak berarti apa-apa.

Dicontohkan Sunarpi, kondisi Indonesia secara umum kini. Indeks Pembngunan Manusia Indonesia berada pada posisi enam di Asia Tenggara di bawah Singapura, Malaysia, Brunei, Tailand dan Filipina. NTB apalagi kita tahu posisinya di tingkat nasional.

Sementara jika bandingkan dengan negara anggota G-8 seperti Amerika dan Jepang baik dari luas daratnya, panjang pantainya, dan kekayaan bio diversity di dalamnya hampir Indonesia tidak terbandingkan. Cuma masalahnya adalah karena kita tidak pernah serius mengurus SDM dimana pada penilaian IPM di dalamnya pendidikan sebagai indikator pertamanya.

“Pangkal persoalannya adalah pendidikan. Ini yang tidak pernah serius kita kelola yang kemudian mampu mengelola SDA dan tidak perlu mendatangkan tenaga dari luar”.

Di NTB kata dia, juga mempunyai alam yang bagus, kekayaan laut yang bagus, termasuk juga sektor pertanian dan peternakan. Bagaimana semua potensi itu dimaksimalkan dan dikelola. Kuci pengelolaan semua potensi itu adalah SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

Selain itu, sektor pendidikan penting menjadi perhatian serius mengingat pada tahun 2045 Indonesia akan mengalami surplus pemuda (bonus demografi). Sehingga jika tidak dipersiapkan secara serius, maka disatu sisi akan menjadi ancaman.

Secara teknis, Sunarpi menyebut pemerintah pusat dan daerah harus menyiapkan semua layanan pendidikan berkualitas dari semua jenjang mulai dari PAUD, SMP, SMA, Pendidikan Tinggi yang betul-betul berkualitas. Sehingga lahir anak-anak bangsa yang kemudian mampu bersaing.

“siapapun yang memimpin NTB, kalau dia tidak serius menggali ini maka non sense apapun yang dia mau perbuat. Inilah yang mendorong saya,”, tukas pria asal Puyung Lombok Tengah ini. (AY-ArkiRadio)

 

Leave A Reply