Temui Ketua DPR, Ridwan Kamil Curhat Soal Banjir dan Teknis Perbaikan Jalan

0

Jakarta – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sore tadi mendatangi Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) untuk mengadukan soal bencana banjir di wilayahnya. Menurut Akom, salah satu alasan pria yang akrab disapa Emil itu datang kepadanya adalah karena sesama orang Jawa Barat.

Saat dikonfirmasi soal kedatangan Emil ke Gedung DPR, Akom mengaku ada beberapa hal yang dibahas. Termasuk soal acara yang akan digelar di Jawa Barat.

“Tadi menyangkut rencana ada rembug rakyat pasundan yang mau diselenggarakan tahun depan,” ungkap Akom di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Setelah membahas hal itu, Emil pun menyampaikan soal banjir yang belakangan melanda Bandung. Ia meminta Akom untuk menjadi fasilitator Pemda Bandung dengan pemerintah pusat.

“Itu penyebabnya adalah jalan-jalan nasional yang gorong-gorongnya tidak sesuai dengan aliran sungai lainnya. Jadi begitu sampai ke jalan jalan nasional itu jadi kecil. Itu juga penyebabnya. Karena ini jalan nasional, Pemda enggak bisa,” terang politisi Golkar tersebut.

“Jadi lobang-lobang di jalan nasional itu ditutup pakai dana Pemda itu enggak boleh, ditegur sama kejaksaan,” imbuh Akom.

Dana untuk masalah gorong-gorong itu menurutnya juga dibatasi oleh Pemkot Bandung dan Pemda Jawa Barat karena seharusnya masuk di anggaran pemerintah pusat. Akom pun berjanji akan membicarakannya dengan kementerian terkait.

“Nanti saya sampaikan ke Menteri Pekerjaan Umum,” kata dia.

Suasana pertemuan di ruang Ketua DPR Ade KomarudinFoto: Dok. Twitter Ade Komarudin
Suasana pertemuan di ruang Ketua DPR Ade Komarudin

Saat ditanya mengapa Emil hanya melapor ke Akom, dia menyebut ada kedekatan dari sisi daerah. Akom merupakan legislator yang berasal dari Purwakarta, Jawa Barat.

“Beliau pasti menyampaikan juga (ke yang lain), tapi minta bantuan juga ke saya karena sama-sama orang Jawa Barat,” tutur Akom. Emil menemui Akom bersama Wali Kota Sawah Lunto Ali Yusuf.

“Saya melaporkan situasi di Bandung yang butuh koordinasi lintas wilayah terkait musim hujan yang ekstrim, banjir dan lain-lain. Karena kalau hanya diurus oleh satu wilayah per wilayah, (masalah) air kan lintas-lintas,” ujar Emil usai bertemu Akom, Selasa (15/11)

 

Sumber : detik[com]

Leave A Reply