Daging dan Telur di NTB Masih Impor, Disperin Datangkan Solusi Baru

0

Mataram. Radio Arki – Kebutuhan akan telur dan daging Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), masih bergantung pada daerah lain. Hal itu terlihat dengan masih didatangkannya dari luar daerah seperti Bali dan Jawa.

Menurut catatan Dinas Perindustrian, NTB memiliki peluang dan potensi peternakan unggas yang cukup menjanjikan. Hal itu menggambarkan peluang usaha peternakan unggas akan produktif. Jika pengusaha lokal memanfaatkan peluang itu dan menjadi pemain utama dalam daerah.

Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) NTB mengungkapkan, untuk mengatasi kelangkaan kebutuhan daging dan telur, Pemerintah Provinsi NTB akan menawarkan kepada masyarakat untuk di arahkan menjadi peternak unggas. Kedepannya pakan ternak yang di buat lebih banyak untuk ternak unggas, seperti ayam, bebek.

“Ternyata daerah NTB, dari data menunjukkan kita masih impor. Sebutlah daging ayam dan telur dari Bali dan Jawa. Padahal kalau di ukur luas wilayah, juga potensi untuk mengembangbiakkan itu lebih bagus,” kata Kepala Disperin NTB, Ir. Andi Pramaria, M. Si, kepada media ini, Jum’at (20/9).

“Sekarang ini dari Pemrov sendiri, sedang kita kembangkan program kampung unggas,” sambungnya.

Kata dia, untuk memaksimalkan kampung unggas, akan bisa jalan apabila pakannya terpenuhi. Sementara diketahui pihak Disperin sedang merumuskan pembuatan pakan yang diharapkan bisa menghasilkan kualitas telur yang baik.

Labih lanjut, ia mengatakan, sebagai bentuk keseriusannya mendorong semua kabupaten atau kota untuk dikembangkan di masyarakat luas, termasuk menjadi pelaku peternak unggas. Sedikit tidaknya bisa memenuhi kebutuhan telur dan daging ayam di daerah sendiri.

“Rumusnya, kalau misal ada kebingungan masyarakat, soal ayamnya dipotong atau mungkin kena imbas flu burung. Dengan meninggalkan telur-telur yang sudah diproduksi, ini juga harus dijadikan ternak lagi. Dari dinas perindustrian sedang merancang pembuatan alat penetas telur, tinggal kalau udah rampung alatnya bisa sepenuhnya di gunakan,” tandasnya. (M Arif. Radio Arki)

Leave A Reply