ARKIFM NEWS

Merugi, Subkontraktor Di PT AMNT Gelar Aksi Protes Memblok Gate Benete

Sumbawa Barat. Radio Arki- Belum lama resmi mengakusisi saham PT Newmont Nusa Tenggara, PT AMNT saat ini dikabarkan belum juga membayar kerjasama pekerjaan dengan sejumlah subkontraktor. Hal itu akhirnya mengundang reaksi keras dari sejumlah subkontraktor perusahaan tambang tersebut, dan menuding bahwa manajemen PT AMNT buruk.

Muhammad Jabir (56), salah satu pimpinan Subkontraktor di PT AMNT membeberkan, protes ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan sejumlah pemimpin dan pemilik Subkontraktor yang menjadi mitra bisnis PT NNT selama ini. karena dalam kurun waktu bertahun-tahun PT NNT beroperasi, tidak pernah ada kondisi seperti sekarang. Dimana perusahaan owner Batu Hijau tidak menuntaskan pembayaran dalam tiga bulanan terhadap mitra bisnisnya. Apalagi pihak menajamen PT AMNT juga cenderung tertutup dengan Subkontraktor.  Kondisi dan sikap manajemen PT AMNT inilah yang menurut Jabir, justru akan memunculkan spekulasi buruk publik tentang kondisi keuangan perusahaan pemilik Batu Hijau yang baru.

“saya sudah dua sampai tiga bulan ini belum dibayarkan pekerjaan saya, dan tentu sebagai perusahaan kecil kondisi sangat merugikan kami. Untuk itu kami harap pihak manajemen memberikan jawaban atas kondisi ini,” tegasnya, bersama dengan sejumlah pimpinan Subkontraktor yang sedang memblokade Gate Admin Benete, di Maluk, Jumat (6/1) lalu.

Ia menuding, manajemen PT AMNT sangat tidak profesional, karena selain belum membayarkan kerjasama selama tiga bulanan terakkhir. Idealnya persoalan subkontraktor yang merupakan mitra bisnis perusahaan, katanya, sudah harus dibicarakan dan tuntas dalam masa transisi dari PT NNT ke PT AMNT, sehingga tidak cendrung terkesan diabaikan dan menimbulkan masalah baru.

Dalam aksi protes yang digelar dengan memblokade gate Benete tersebut, Jabir dengan 18 pimpinan perusahaan lainnya menegaskan, akan melakukan protes lanjutan apabila tidak ada sikap yang jelas dari pihak manajemen perusahaan PT AMNT.

“perlu diketahui ada berapa karyawan yang belum kami bayarkan atas kondisi tersebut. belum lagi kewajiban kami lainnya, jadi wajar kalau banyak perusahaan subkontraktor hengkang karena ketidak jelasan kondisi tersebut” tukasnya.

“ini adalah pesan awal kepada pihak manajemen. sekarang kami baru lakukan sejam, tetapi kami pastikan bisa melakukan lebih dari itu. pastinya kami akan lanjutkan aksi protesnya hari Senin besok (9 Januari 2017.red), dan akan terus blockade  kalau tida ada tindakan manajemen.” timpal Pimpinan CV Benete Karya Pribumi itu.

Semestinya pihak manajemen bisa memberitahukan kepada subkontraktor lebih awal tentang kondisi perusahaan. lanjutnya, agar pihak subkontraktor bisa menyiapkan langkah antisipasi bisnis terhadap kemungkinan dalam kondisi tersebut. perlu diketahui atas sikap tersebut, kata Jabir, tak sedikit kerugian yang dialami Subkontraktor terutama Subkontraktor local.

“kami akan terus protes sampai ada kejelasan. semoga dalam waktu dekat sudah ada jawaban atas kondisi ini,” harapnya.

fb_img_1483774615793Sementara itu, menanggapi persoalan tersebut, melalui General Supervisor Dept Komunikasi PT AMNT, Ruslan Ahmad mengatakan bahwa setelah proses perubahan pemegang saham perusahaan. Maka saat ini perusahaan sedang melakukan penyesuaian diberbagai aspek .

“setelah proses perubahan pemegang saham perusahaan selasai pada November lalu. Saat ini perusahaan sedang melakukan penyesuaian di berbagai aspek yang diperlukan. Kami berharap operasi PT AMNT akan dapat berjalan berkelanjutan untuk memmberikan manfaat yang sebesar besarnya bagi seluruh pemangku kepentingan (PT AMNT” terangnya, kepada www.arkifm.com.

Seperti diketahui, saham PT Newmont Nusa Tenggara telah resmi diakuisi dan menjadi hak milik PT Amman Mineral Internaional, sehingga berganti nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) pada November 2016 lalu. Akuisisi saham tersebut ditengarai oleh regulasi pemerintah yang mengharuskan perusahaan tambang untuk melakukan pemurnian di dalam negeri. Sementara dari data yang pernah dihimpun www.arkifm.com ada seratusan lebih Subkontraktor di Batu Hijau, yang bisa jadi berdampak sama terhadap proses akuisisi saham tersebut, yaitu belum dapat dibayarkan kerjasamanya selama tiga bulan terakhir.   (US-ArkiRadio)

Related posts

Lagi, SBCW Temukan Dugaan Pungli DI SMAN 1 Taliwang

ArkiFM Friendly Radio

Kasus Positif Corona di NTB Bertambah Jadi Empat Orang

ArkiFM Friendly Radio

Gubernur dan Kapolda NTB Kunjungi Kampung Sehat Arab Kenangan

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment