Lawan Politisi Saweran

0

POLITISI saat ini telah kehilangan kepercayaan rakyat. Opini umum menghendaki pemberantasan korupsi, tapi sebaliknya rata-rata politisi terus berupaya melemahkan fungsi lembaga dibentuk khusus untuk itu.

Konfrontasi DPR misalkan terhadap KPK menjadi tontonan terbuka. Setelah beberapa hari lalu KPK telah menggagalkan upaya membeli otak rakyat, dimana miliyaran uang yang di OTT kan oleh KPK terhadap salah seorang calon legeslatif partai Politik yang di muat beberapa media elektronik, kini politisi terkait sudah resmi menjadi tahanan KPK.

Jika saja politisi punya sensitivitas kerakyatan, tidak begini jadinya. Lagi pula pengalaman membuktikan siapapun yang memusuhi KPK selalu berhadapan dengan kekuatan rakyat.

Dan Riak Politisi Saweran sudah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Sumbawa Barat menjelang 17 april mendatang.
Bukan rahasia umum, di balik semua itu ada sesuatu yang ingin di raup, maka sekiranya tidak menghalalkan segala cara. Jabatan yang ingin di capai ketika di mulai dengan cara yang bertentangan dengan norma norma dan aturan yang telah menjdai rule of gamenya maka sejatinya kita telah membiarkan tatanan Demokrasi kita Rusak.

Sehingga saya berharap kepada aparat penegak hukum untuk melakukan upaya upaya pengendalian, dimana lembaga Pengawas pemilu daerah untuk instens melakukan sosialisasi politik tanpa saweran dan terus membangun komunikasi positif antar lembaga pengawasan dan kepolisian selaku lembaga penegak hukum. Khususnya kepada masyarakat Sumbawa barat agar sekiranya untuk ikut berperan aktif menolak politisi saweran dan berani melaporkan ke penegak hukum apabila menemukan hal ini di dalam masyarakat.

Ketika praktek praktek serupa kita diamkan maka secara tidak sadar kita sebagai masyarakat ikut membentuk kawanan perampok berdasi untuk lima tahun kedepan. sejatinya parpol dan politisi adalah alat untuk melahirkan perubahan secaara sistemik. Sesungguhnya siapapun tidak menghendaki terjadi perubahan di luar sistem. Korban paling menderita adalah wong cilik, masyarakat sendiri, akibat kebutuhan hidupnya tidak ada yang mengurus.
Harapan kita, sebelum nasi menjadi bubur hendaknya Politisi segera menjahui arogansi politiknya dalam meraih simpati masyarakat. Tolak politik uang.

Penulis : Akmaluddin Kamal

(Kreasi Pemikiran Positif Pembangunan)

Leave A Reply