ARKIFM NEWS

Wabup KSB: Dugaan Pencemaran Di Tongo, Preseden Buruk Pengelolaan Lingkungan di Batu Hijau

Sumbawa Barat. Radio Arki – Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST kepawa www.arkifm.com menilai bahwa , dugaan pencemaran air asam tambang Batu HIjau (PT AMNT), di sejumlah perairan sungai desa tongo dan sekitaranya,  adalah preseden buruk, dalam sejarah pengelolaan lingkungan di perusahaan tambang terkemuka tersebut.

ikan dan udang yang mati diduga karena pencaraman lingkungandi Batu Hijau. (Sumber Facebook. Batalata)

“ini preseden buruk. Kita sangat sesali pihak perusahaan yang cendrung tidak antisipatif terhadap kondisi itu. Padahal ini adalah kondisi yang sebenarnya sering terjadi dan harus diantisipasi perusahaan,” tandasnya. Senin (13/2) siang kemarin.

Atas kejadian itu, pria yang dikenal tegas tersebut, langsung memerintahkan dinas atau SKPD terkait untuk melakukan pengecekan lokasi yang diduga telah tercemar tersebut. Prinsipnya, kata Fud, jangan sampai dugaan pencemaran itu berdampak buruk terhadap lingkungan secara luas aapalagi sampai menelan korban jiwa.

“sangat mungkin terjadi (korban jiwa). Kita ingin dinas responsive dan segera cek seberapa besar pengaruhnya,” tandasnya.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan segera memanggil pihak perusahaan (PT AMNT) untuk memberikan penjelasan prihal dugaan pencemaran tersebut. selain menjadi preseden buruk dalam kurun waktu pengelolaan tambang batu hijau. Kejadian itu juga jangan sampai terulang kembali.

“iya perusahaan harus bertanggungjawab. Untuk itu, kami akan panggil dan minta klarfikasi dulu” timpalnya.

Seperti diketahui, sebelumnya pihak manajemen PT AMNT mengaku telah terjadi luapan air asam tambang dari Dam Santong 3 dan Dam Tongo Loka. Luapan itu kemudian masuk mengaliri sungai Tongo Loka dan Sungai Sejorong, atau sungai daerah setempat, yang memang berdekatan dengan Dam perusahaan tambang tersebut.

“dikeranakan telah terjadi peningkatan curah hujan sejak beberapa hari yang lalu telah terjadi banjir baik di KSB dan maupun sumbawa besar termasuk daerah proyek Batu hijau. Sehingga air distruktur pengendali sedimen Santong dan Tongoloka mengalami peninkatam air lebih dari biasanya dan mengalir ke dalam sungai sejorong dan Tongo loka. Dan beberapa hari kedepan diprediksi cuah hujan akan terus meninggi,” terang, General Supervisor Departemen Komunikasi PT AMNT, kepada www.arkifm.com.

ikan yng nampak tergeletak mati di aliran sungai tongo loka (sumber facebook: Batalata)

Saat ini, kondisi itu sudah dibawah pengawasan pemerintah daerah dan instansi terkait. dan pihaknya telah melakukan langkah langkah pencegahan dan pengendalian serta pemantauan dampak lingkungan yang diperlukan, dalam rangkan untuk memiinimalkan dampak yang terjadi.

“pengendalian masih tetap dilanjutkan, dan juga pemantauan kualitas air maupun biota di perairan Sejorong dan Tongoloka,”demikian, Ruslan. (US-ArkiRadio)

Related posts

Begini Trauma Healing Ala Wabup Di Seteluk dan Tano

ArkiFM Friendly Radio

Langkah PHK Perangkat Desa Tepas Dinilai Sudah Tepat

ArkiFM Friendly Radio

Pelaku Pembunuhan Bertombak Diancam 15 Tahun Penjara

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment