ARKIFM NEWS

700 Hektare Lahan Pertanian Desa Penyaring Terancam Gagal Panen

Sumbawa.Radio Arki- Kepala Dusun Penyaring B, Desa Penyaring,  Darmansyah Praembawa, S.Sos kepada www.arkifm.com, kamis 16/2 sore kemarin  mengungkapkan, akibat banjir bandang yang terjadi di kabupaten Sumbawa termasuk desa Penyaring belum lama ini, sedikitnya ada 700 hektare lahan pertanian di desa Penyaring dan sekitarnya yang terancam gagal panen.

“itu berdasarkan data dan kondisi langsung di lapangan. Untuk itu kami harap pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini.” Tegas Dede, demikian ia akrab disapa.

Banjir yang belum lama ini melanda Sumbawa, kata Dede, memang tidak terkena dan berdampak langsung ke dalam desa Penyaring. Tetapi aliran banjir tersebut setidaknya telah menenggelamkan tanaman atau lahan pertanian warga yang ada di seputaran desa Penyaring. Karena tanaman itu terendam berhari-hari, maka hampir dipastikan akan membuat tanaman itu rusak.

(dari Gambar) Sebelah kanan, Kades Penyaring-Masharuddin. Dan sebelah, Kadus Penyaring B : Darmansyah Praembawa, S.Sos

Menurut Dede, kondisi ini tentu akan berdampak panjang terhadap perekonomian warga Penyaring. Karena sebagai desa yang mengandalkan pertanian sebagai matapencarian utama. Maka dengan kondisi itu, tentu akan sangat mengkawatirkan warga,  dimana tanaman tersebut berpotensi akan terancam gagal panen.

“intinya harus ada perhatian pemerintah terhadap kondisi itu.” Tegasnya.

Sementara itu, kepala desa Penyaring Masharuddin, membenarkan kondisi tersebut. Ia bahkan, berharap kondisi lapangan atau potensi gagal panen yang melanda desa Penyaring dan sekitarnya bisa menjadi prioritas perhatian pemerintah daerah Sumbawa.

“kondisinya memang begitu. Ada 700-an hectare tanaman yang terendam banjir. Dan ini tentunya sangat besar berpotensi terjadi gagal panen,”bebernya.

Desa penyaring memang tidak terkena langsung aliran banjir kemarin, lanjutnya, tetapi aliran banjir itu melewati lahan pertanian Desa Penyaring, sementara kondisi lahan pertanian  di penyaring baru selesai ditanami padi. Jadi dengan genangan air  banjir yang berlebihan dan berhari-hari tersebut, maka hampir dipastikan akan menyebabkan tanaman itu rusak.

“kemarin kami termasuk desa tujuan evakuasi korban banjir. Alhamdulillah perhatian warga terhadap kondisi itu cukup besar, sehingga banyak warga yang secara sukarela memberikan bantuan kepada korban banjir. Baik itu berupa makanan dan tempat berteduh sementara. Disatu sisi kami berharap juga pemerintah lebih peduli terhadap dampak jangka panjang dari banjir yaitu gagal panen yang mengancam desa kami,” demikian, tutupnya. (US-ArkiRadio)

Related posts

Fokus Kejar Kucuran APBN, Pemda KSB Tak Mau Bergantung Pemprov NTB

ArkiFM Friendly Radio

Bukan Hanya Bedah Rumah, Pemda KSB Siapkan Program Bangun Baru RLH

LPW NTB: Visi NTB Gemilang, Jangan Sampai Berubah Menjadi Sampah Gemilang

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment