ARKIFM NEWS

Pasca Tambang Batu Hijau, Pemda KSB Menginginkan Ini

Sumbawa Barat. Radio Arki- Keberadaan PT Amman Minerral Nusa Tenggara (PT AMNT) sudah masuk fase ketujuh, itu berarti tinggal beberapa tahun lagi operasi tambang Batu Hijau akan segera berakhir. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa Barat (pemda KSB), melalui wakil Bupati Sumbawa Barat menginginkan agar pemerintah provinsi NTB bisa memberikan dukungan serius untuk Pemda KSB untuk bisa mengembangkan sector pariwisata.

“kalau tutup tambang, KSB pasti miskin, Kita harus mau akui itu. Untuk itu kita harus  mempersiapkan diri bagaimana pasca tambang kita tidak akan miskin.” Tegas Wabup KSB, Fud Syaifuddin, belum lama ini, dalam forum Musrenbangkab, di Hotel Grand Royal Taliwang.

Ada berbagai upaya yang akan dan sudah dilakukan pemda KSB untuk menyiapkan diri menghadapi kondisi pasca tambang, diantaranya adalah memberikan dukungan penuh kepada sector pertanian, memberikan akses investasi kepada pengusaha. Artinya semua itu adalah bentuk upaya untuk menghidupkan sector lain, terutama sector pariwisata yang bisa menjadi andalan alternatif pasca tambang Batu Hijau.

Dalam melakukan upaya mendorong sector pariwisata tersebut, kata Fud. Maka kedua akses utama yaitu, Bandara di Sekongkang dan Dermaga Labu lalar harus segera beroperasi dan diberikan dukungan oleh pemerintah provinsi NTB.

“kami tidak ingin banyak dari jumlah pendapatan Provinsi NTB yang telah didapat dari kami KSB. Kami hanya ingin 10 persen dari APBD Provinsi NTB. Karena sangat tidak masuk akal, apabila kami sebagai daerah penghasil dan dimana PAD NTB juga cukup tinggi dari sector tambang di Batu Hijau, KSB justru hanya mendapatkan jatah anggaran pembangunan dari Provinsi NTB kurang dari 1 persen.” Tukasnya.

Sumbawa Barat adalah kabupaten terisolir karena tidak dilalui oleh jalur lintas nasional.  Lanjutnya, Jadi ketika tidak diberikan dukungan yang penuh dari pemerintah provinsi NTB, maka sangat besar potensi KSB akan kembali menjadi kabupaten termiskin.

“kami tidak minta banyak, tolong bandara dan dermaga kami diperhatikan, karena itu adalah fasilitas utama untuk mendorong sector pariwisata kami. Jangan justru memaksakan pembangunan bandara di kabupaten lain yang sebenarnya sudah dilalui jalur nasional. Jadi kami harap musyawarah ini bisa melahirkan  ide untuk pembangunan KSB yang bisa diserahkan kepada provinsi NTB, dan mendapat dukungan dari APBD Provinsi NTB, terutama daya dukung untuk sector pariwisata.” Demikian, harapnya. (Unang Silatang. Radio Arki)

Related posts

Persiapan dan Pembangunan Bandara di Kiantar Ditanggung Penuh Investor

ArkiFM Friendly Radio

Masyarakat Diminta Hati-Hati Dengan Isu SARA

ArkiFM Friendly Radio

Aneh..!, Dikpora Tidak Tahu Soal Berkas Pengusulan Sukarta

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment