ARKIFM NEWS

PERBUP Damkar Digodok,  Bakal Ada Sektor Damkar di Kecamatan

Sumbawa Barat. Radio Arki – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih menggodok Peraturan Bupati (Perbup) tentang pemadaman kebakaran. Dalam peraturan itu pemerintah rencananya akan mengadakan kantor sector damkar di beberapa kecamatan, dan untuk tahun 2018, Damkar KSB rencana akan membangun empat sector.

Demikian diungkapkan kepala dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Sumbawa Barat, H. Usman HI, kepada www.arkfm.com, Jumat (7/4) pagi tadi.

“Perbupnya sedang digodok, dan kita targetkan di tahun 2018 kita akan membangun 4 sektor pemadam kebakaran untuk di daerah yang jangkauannya cukup jauh di beberapa titik, seperti di Kecamatan Seteluk, Kecamatan Maluk, Kecamatan Brang Rea dan Kecamatan Jereweh.” Bebernya. (7/4).

Rencana pembangunan Sektor Damkar, lanjutnya, sudah mendapat respon positif  dari DPRD Sumbawa Barat. Bahkan sudah mulai dibicarakan di Paripurna belum lama ini. Melihat semangat itu, kata Usman, pembangunan sektor sudah bisa dimulai pada tahun 2018 mendatang, dan dirasakan manfaatnya.

Untuk tahapan pertama, Sektor Damkar rencanaya akan dibangun di beberapa kecamatan yang dianggap rawan, seperti di Kecamatan Maluk dan Kecamatan Seteluk.

Ditegaskan, pembangunan Sektor dilakukan untuk memaksimalkan penanganan kebakaran, karena kalau mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh kementerian PUPR, dimana jarak 7,5 KM harus ada sektor pemadam kebakaran. Maka dari itu pembangunan sector damkar harus bisa dilihat menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dan prioritas. Belum lagi, peraturan Kemendagri yang mensyaratkan bahwa pelayanan Damkar harus memperhatikan jarak tempuh, yaitupaling telat 15 menit dari kantor ke lokasi kebakaran.

“Kalau di KSB ini kan banyak rumah panggungnya, hanya dengan waktu 10 menit rumah panggung sudah rata dengan tanah. Sedangkan waktu 15 menit, rumah batu sudah ludes terbakar. Belum lagi merembet ke rumah tentangga dan belum lagi dilihat dari segi cuacanya. Jadi pembangunan Damkar sangat terdesak dan urgen,”tukasnya..

Ia menambahkan, untuk memaksimalkan keberadaan sector Damkar, maka Dinas Pemadam Kebakaran juga akan menyiapkan petugas pemadam kebakaran sebanyak 15 orang persektor, dan semua tenaga pemadam tersebut kemungkinan adalah tenaga pemadam baru, yang akan akan kita diberikan pelatihan khusus dan pembinaan berkelanjutan.

“anggaran yang dibutuhkan untuk membangun sektor Damkar recananya sebesar Rp 2 Milliar persektor. Anggaran itu sudah komplit dengan mobil pemadam kebakaran, tower penampung air dan bangunan sektornya. Jadi ini (Sektor Damkar) bisa segera teralisasi, Karena bencana kebakaran tidak ada yang bisa memprediksi kapan terjadinya.” Demikian, tutup Usman.(Khairuddin. Radio Arki)

 

Related posts

Mahasiswa Pascasarjana UTS Wisuda, Gubernur: Inovasi Kebutuhan Masa Depan

ArkiFM Friendly Radio

Waspada Badai El Nino, BPBD Lakukan Pendataan Di Tiga Kecamatan

BNNP NTB Ringkus Jaringan Pengedar Shabu Melalui Dubur di BIL

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment