ARKIFM NEWS

Erosi Tebing Sungai Manemeng Korbankan Lahan Pertanian

“Selain puluhan petak lahan pertanian amblas atau longsor, erosi tebing sungai juga mengancam fasilitas publik seperti pasar, jalan, Kantor Kecamatan hingga Puskesmas Brang Ene”

Sumbawa Barat. Radio Arki – Erosi tebing sungai Desa Manemeng Kecamatan Brang Ene, nampaknya perlu disikapi dengan serius oleh otoritas pemerintah setempat. Pasalnya, erosi yang terjadi tiap tahun tersebut, mengakibatkan puluhan petak sawah amblas atau longsor, dan diprediksi lahan pertanian lainnya akan mengikuti garis sungai yang telah amblas.

Abdul Kadir (55), ketua kelompok tani Lengkok Nyamung Ai’ Desa Manemeng, mengutarakan kekhawatiran akan meluasnya erosi tebing sungai Desa Manemeng.

“Ini kan sudah ada puluhan petak sawah yang amblas ke dalam sungai. Nah, sawah sawah lainnya yang belum amblas sepertinya tinggal menunggu giliran saja pak,” keluh pria paruh baya tersebut.

Dengan air mata berlinang, Abdul Kadir menunjuk bagian tebing sungai yang telah amblas terbawa terjangan arus sungai. Ia menuturkan, sebelumnya Pemerintah Desa dan Kecamatan melihat sendiri proses erosi tebing sungai yang mengorbankan lahan pertanian yang telah puluhan tahun digarap oleh warga setempat. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut.

“Pemerintah tau kok. Mereka (pemerintah, red) sendiri melihatnya. Tapi kan sampai sekarang tidak ada tindak lanjut. Katanya segera di pasang beronjong, tapi sudah sekian camat beganti, beronjong pun tak kunjung ada. Yang ada, dibagian yang lain saja ikut amblas dihantam terjangan air sungai akibat intensitas hujan yang masiih tinggi”, cetus Abdul Kadir.

“Jadi kami ini pasrah pak. Kasian petani yang sudah tidak punya lahan lagi. Tidak ada yang bisa digarap lagi,” tambah Abdul kadir, terseduh seduh.

Sementara itu, Camat Brang Ene Drs. Abdul Razak yang dikonfirmasi media ini berjanji akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui dinas teknis yaitu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP). Ia menegaskan bahwa, persoalan erosi sungai juga akan menjadi atensi khusus Pemerintah Kecamatan dalam 100 hari kerja Camat.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas PUPRPP. Apalagi ini merupakan persoalan yang urgent di masyarakat. Persoalan ini juga akan menjadi atensi 100 hari kerja saya sebagai Camat Brang Ene,” tegas Camat yang baru menjabat dua hari tersebut.

Sembari menunggu Pemerintah Daerah turun, Camat yang dikenal ramah ini juga meminta masyarakat, terutama petani pemilik lahan di tebing sungai untuk kreatif dalam menghadapi persoalan abrasi.

“Sembari menunggu Pemerintah Daerah turun. Kami berharap petani kreatif, dengan menanam rumput gajah di tebing sungai sebagai penahan alami erosi,” tandasnya. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Soal PHK, Pekerja PT BHJ Mengajak Berunding Manajemen  

ArkiFM Friendly Radio

Gugas Covid-19 Sumbawa Tangkap Pengedar Shabu di Tarano

ArkiFM Friendly Radio

PKPI NTB : Perjuangan Menjadi Peserta Pemilu 2019 Belum Berakhir…

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment