BERITA NASIONAL

Dualisme PB HMI, Saddam – Arya Diharapkan Rekonsiliasi dan Kongres Bersama

Mataram. Radio Arki – Dualisme Kepemimpinan di Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2018-2020 antara R. Saddam Aljihad Arya Kharisma Hardy sampai saat ini masih berlanjut.

Ketua Umum HMI Cabang Payakumbuh, Fadhli Hakimi sangat menyayangkan dualisme PB HMI ini tak kunjung usai. Diharapkan agar konflik kedua kubu itu, segera disudahi.

“Kedua belah pihak yang bertikai antara Saddam dan Arya harus segera melakukan rekonsialiasi dan Kongres bersama demi kebaikan dan kelancaran aktivitas organisasi kedepan,” kata Fadhli, Sabtu (18/01) dalam keterangan tertulisnya.

Dikatakannya, musim menjelang Kongres HMI ke XXXI kedua kubu tersebut saling membentuk kongres masing – masing. Itu terbukti ketika banyak edaran Kongres HMI ke-31 di Jakarta versi Arya Kharisma Hardy dan di Palembang versi Saddam Aljihad.

Mengingat kepengurusan PB HMI periode ini akan berakhir dan sudah saatnya Saddam dan Arya selesaikan konfliknya dengan bijaksana.

“Kalau memang mereka masih punya itikad baik terhadap HMI dan menghargai kader kader HMI se Indonesia, maka akhirilah dualisme ini dan segera Islah untuk kebaikan institusi ini kedepan,” cetusnya.

Dijelaskannya, akibat dari konflik pengurus pusat, hingga berefek ke dualisme Cabang Cabang, Badko bahkan Komisariat di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal itu, tentu menjadi pukulan berat untuk HMI sendiri, dan akan berdampak buruk atas spirit perjuangan kader-kader HMI.

Sisi lain, Fadhli juga menghimbau kepada seluruh Cabang se Indonesia ikut mendorong islah antara R. Saddam Aljihad dengan Arya Kharisma Hardi untuk segera mengakhiri Dualisme dengan kembalikan marwah perjuangan HMI.

“Kami kader HMI Minang meyakini bahwa tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Begitu juga dengan persolan Dualisme PB HMI hari ini,”imbuhnya.

Dia juga memberi isyarat dengan peribahasa minang mengatakan “indak ado kusuik nan indak kasalasai, indak ado karuah nan indak kajaniah” ( tidak ada kusut yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada keruh yang tidak bisa di jernihkan).

“Semua persoalan pasti ada jalan dan solusinya,” tambahnya.

Selanjutnya dengan segala hormat, pihaknya meminta kepada saudara Saddam dan Arya untuk mendengarkan aspirasinya. Segera rekonsiliasi dan laksanakan Kongres bersama !!! Selalu yakin usaha sampai. (M Arif. Radio Arki)

Related posts

Kompas Tambora Challenge Mengundang Eksternalitas Positif Bagi Daerah NTB

ArkiFM Friendly Radio

ArkiFM Friendly Radio

Temui Ketua DPR, Ridwan Kamil Curhat Soal Banjir dan Teknis Perbaikan Jalan

taujago

Leave a Comment