ARKIFM

TPS 3R di Taliwang Belum Pernah Difungsikan

Sumbawa Barat. Radio Arki – Keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) dengan sistem Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) (mengurangi, menggunakan, dan daur ulang) digunakan untuk memfasilitasi masyarakat dikawasan permukiman padat diperkotaan, digunakan untuk melaksanakan pengelolaan sampah yang sesuai dengan pilihan dan kondisi lingkungan sekitar. Namun manfaat dari keberadaan TPS 3R yang berada di Kelurahan Arab Kenangan Kecamatan Taliwang, belum bisa digunakan sesuai peruntukannya.

Instalasi yang dibangun tahun 2014 oleh kementerian PU, melalui Satker Provinsi NTB Program Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan dan Pemukiman (PSPLP), hingga kini belum bisa difungsikan. Dalam pantauan media arkifm.com bangunan yang seharusnya digunakan untuk pengelolaan sampah tersebut, malah dialihfungsikan menjadi tempat penitipan hewan ternak warga setempat. Sementara beberapa peralatan TPS 3R, seperti mesin pencacah plastik dan mesin pencacah kompos tampak tak terurus, bahkan sudah mulai berkarat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa Barat, Ferial, S.KM mengatakan, bangunan TPS 3R di Taliwang belum diserahkan ke Pemerintah Daerah. Untuk pelimpahannya, langsung dari Satker ke Kelompok swadaya masyarakat (KSM) Arken Berseri selaku masyarakat yang menerima manfaat. Sementara KSM tersebut, diketahui sudah bubar.

“KSMnya sudah bubar. Bangunan itu sifatnya belum diserahkan ke Pemerintah Daerah. Dimana sebelumnya, bangunan itu dari satker dilimpahkan ke KSM. Kami mengambil inisiatif nanti supaya bisa diambil oleh DLH, supaya enak kita anggarkan,” ujarnya.

Ketika sudah diambil alih oleh Pemerintah Daerah, sambung Ferial, bangunan TPS 3R akan dijadikan lokasi workshop pengelolaan sampah. Dimana bisa menjadi tempat pelatihan bagi ibu ibu tentang bagaimana cara mengelolah sampah berbasis masyarakat.

“Rencananya nanti akan jadi lokasi workshop pengelolaan sampah. Karena kita juga kesulitan ketika mencari tempat pelatihan. Nah tempat itu bisa jadi alternatif, karena lokasinya strategis. Jadi nanti bagaimana kita mengelolah sampah bisa kita gunakan tempat itu. Jadi nanti ibu ibu bisa kita latih bagaimana cara mengelolah sampah,” jelasnya.

Sebagai informasi, Pemprov NTB telah mencanangkan program NTB Zero Waste atau bebas sampah sejak pertengahan Desember 2018 lalu. Semangat memerangi sampah, mestinya bisa dimaksimalkan dengan keberadaan KSM. Belum lagi di Sumbawa Barat yang jauh lebih taktis berbicara tentang kebersihan, melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). (Enk. Radio Arki)

Related posts

Bahas Pemanfaatan Internet, Ratusan Peserta Mengikuti Seminar Merajut Nusantara

ArkiFM Friendly Radio

Pangkogasgabpad : Fasilitas Umum dan Rumah Warga Di KSB Sangat Memprihatinkan

ArkiFM Friendly Radio

Soal TKW KSB Meninggal di Riyad, KBRI Memberikan ‘Sinyal’ Sulit Untuk Pulangkan

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment