ARKIFM NEWS

Dukungan Karantina Karyawan AMNT di KSB Terus Mengalir

Foto : Muhammad Hatta (Anggota DPRD KSB)

Sumbawa Barat. Radio Arki – Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Muhammad Hatta mendukung penuh langkah Pemerintah Darah KSB, mendorong pihak PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk melakukan karantina karyawan di dalam daerah KSB.

“Sebagai wakil ketua komisi I, saya sepakat dengan apa yang menjadi keputusan eksekutif dan ini yang harus didorong. Keputusan mengkarantina di KSB sangat beralasan, karena lebih banyak mudharatnya jika mereka dikarantina di luar daerah (Pulau Lombok, red)” ujar Hatta, sapaan akrab politisi PAN tersebut kepada arkifm.com, Selasa (21/4).

Hatta menilai, Bupati tidak mungkin mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang komperhensif. Apalagi kondisi saat ini, Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai cara dalam mencegah wabah virus corona (Covid-19).

“Bupati tentu sudah mengambil langkah langkah pertimbangan yang matang, karena dalam konteks tidak normal seperti ini, kita sedang membangun semangat kerjasama yang baik. Dan perlu diingat, Bupati adalah representasi rakyat Sumbawa Barat yang mesti didengarkan oleh perusahaan,” tegas dia.

Bicara lokasi karantina saat ini, kata Hatta sama dengan berfikir mundur dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Oleh karenanya, Hatta kembali menegaskan bahwa pernyataan Pemda wajib diikuti, tentunya dengan berbagai macam opsi, karena saat ini Pemda dan PT.AMNT masih cooling down.

“Kita pahami perusahaan ini tidak mau terganggu sisi operasionalnya, tetapi jangan kemudian mengabaikan keselamatan manusia. Karena keselamatan, adalah hukum tertinggi dimanapun itu,” tandasnya.

Seperti diketahui, PT.AMNT mengeluarkan memo untuk dilakukan karantina 1.000 karyawan di empat hotel di pulau Lombok. kebijakan tersebut diambil, setelah melakukan berbagai pertimbangan. Salah satu, fasilitas penginapan di Sumbawa Barat yang dapat diajak bekerjasama untuk kontrol penuh fasilitas penginapan ini sangat terbatas. Oleh karenanya, perusahaan berupaya mencari alternatif terbaik untuk keselamatan karyawan.

Kebijakan PT. AMNT menuai respon negatif dari Pemerintah Daerah karena berbagai pertimbangan, termasuk aspek kesehatan, perputaran perekonomian dan lain sebagainya. Selanjutnya, Management PT. AMNT dan Pemda KSB menggelar rapat virtual beberapa hari lalu. Menindaklanjuti rapat tersebut, Pemda KSB dan PT.AMNT sepakat akan menggelar pertemuan untuk mencapai kesepakatan final. Selama tidak ada kesepakatan final, perusahaan setuju tidak akan mengambil langkah apapun dalam menjalankan kebijakannya tersebut. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Operasi Pasar Gula Sasar Tiga Pasar Tradisional di KSB

ArkiFM Friendly Radio

Butuh Anggaran?, KPUD Harus ‘Minta’ Ke DPRD Bukan Ke Ekskutif

ArkiFM Friendly Radio

Wakili KSB, Kades Andi Optimis Jadi DBIP Terbaik Di NTB

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment