NEWS

Dunia Internasional Belajar Sanitasi Aman di KSB

Foto: Benny Tanaya, staf khusus Bupati Sumbawa Barat. (Ist)

Sumbawa Barat. Radio Arki – United Nations Children’s Fund (UNICEF) yang merupakan salah satu organisasi internasional dibawah naungan PBB, akan kembali mengunjungi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), pada minggu ketiga bulan September 2020.

“UNICEF sudah menyurati Pemda KSB untuk diminta menyiapkan lokasi atau tempat pemotretan yang akan dikunjungi. Insyaallah di minggu ketiga bulan September, tim yang dari UNICEF sudah turun untuk melihat agenda ini,” ujar Staf Khusus Bupati, Benny Tanaya kepada arkifm.com, belum lama ini.

Rencana kedatangan UNICEF, kata Benny, dalam rangka hari toilet sedunia yang jatuh pada tanggal 19 November 2020. Dimana UNICEF sedang mencari daerah-daerah di seluruh dunia, untuk menjadi best practice atau model untuk daerah atau negara lain belajar.

“Hanya ada empat daerah yang terpilih di Indonesia yaitu, Sumbawa Barat, Temanggung, Bekasi dan Tanggerang. Ini empat daerah yang diusulkan oleh UNICEF untuk mendukung sanitasi dunia. Dan Sumbawa Barat menjadi prioritas pertama kabupaten dengan sanitasi aman berkelanjutan,” ucap Benny.

Kesuksesan Sumbawa Barat dalam mengelola sanitasi aman, kata Benny, dilirik oleh dunia internasional. Dimana ketika daerah lain setelah open defecation free (ODF) belum masuk ke sanitasi aman dan berkelanjutan, KSB justru lebih dulu masuk pilar dua dan tiga STBM.

“Kita sudah masuk pilar dua dan tiga. Ini kemudian mematik reaksi dunia, bahwa ada Daerah Kabupaten atau Kota yang serius menangani sanitasi. Bukan hanya sanitasi, tapi juga sanitasi aman,” jelas Benny.

Benny menyebutkan, ada tiga hal yang akan menjadi tujuan kedatangan UNICEF di KSB. Pertama, bagaimana KSB memobilisiasi pertemuan masyarakat yang difasilitasi oleh fasilitator dan sanitarian. Kedua, yang ingin UNICEF lihat juga, proses produksi septic tank. Ketiga, UNICEF juga ingin melihat kegiatan satu keluarga yang sedang memelihara fasilitas septic tank.

“Septic tank ini juga bukan hanya memenuhi kebutuhan warga KSB, untuk jambanisasi dan segala macam, tapi justru malah kita sudah bisa melayani order daerah-daerah lain. Ini artinya, produktifitas ini datangnya dari KSB. Dimana KSB berhasil menularkan kegiatan sanitasi kepada daerah daerah lain, karena kita memiliki produksi itu,” Kata Benny.

Untuk pusat kegiatan UNICEF sendiri, sambung Benny, akan dipusatkan di Desa Manemeng, Kecamatan Brang Ene. Ditujuknya Desa Manemeng, karena adanya Ipal komunal yang paling bagus, selain yang juga ada di Desa Lamusung, Banjar Sari dan desa lainnya.

“Jadi di Manemeng ini, bukan karena ada ipal komunal saja yang telah terintegrasi. Tapi juga dalam lomba kampung sehat dinilai cukup progresif. Ini cukup mendukung, sehingga partisipasi masyarakat yang sudah terbangun ini, terus kita angkat. Jadi yang bisa disoroti UNICEF bukan hanya sanitasinya saja, tapi juga kampung sehatnya,” tandasnya. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Terjebak Ombak Selama Dua Hari, Pemancing di Sekongkang Berhasil Dievakuasi

ArkiFM Friendly Radio

Juara Porprov, MA Darul Hikmah Cetak Santri Berprestasi

ArkiFM Friendly Radio

Tidak Didukung Pemkot Bima, Imkobi Sukses Gelar Festival Budaya Mbojo

ArkiFM Friendly Radio