NEWS

Abdul Rauf: Bawang Merah Bima Jadi Kualitas Ekspor

Foto: Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB, Abdul Rauf, ST.,MM. (Ist)

Mataram. Radio Arki – Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB Abdul Rauf, ST.,MM beberkan kualitas bawang merah bima jadi kualitas bawang ekspor ke beberapa negara. Seperti di kirim ke Philipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura dan sejumlah negara lainnya di Asia Tenggara.

Diketahui bawang merah Bima jadi kualitas ekspor, pada saat kunjungan kerja Dewan NTB ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah (Jeteng) yang dihadiri sejumlah pengusaha bawang merah Indonesia.

Melanjutkan dari hasil penyampaian Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI). Rauf mengatakan produksi bawang merah kabupaten Bima, itu kualitas ekspor.

“Bawang merah Bima itu kualitasnya ekspor. Jauh dengan kualitas bawang merah di Brebes Jateng,”kata, Anggota DPRD Dapil VI, Abdul Rauf kepada media ini.

Dikatakannya, bawang Bima menjadi kualitas ekspor dan diminati beberapa Negara di Asia Tenggara. Dilihat dari rasa atau aroma bawangnya, keringnya, besarnya dan tidak cepat busuk.

“Kualitasnya, terlihat dari aroma, besarnya dan tidak cepat membusuk ketika dikirim keluar dari Indonesia,”ucapnya.

Dijelaskan Rauf, melihat dari kualitas produksi bawang merah Bima ini, mesti kualitas harganya juga harus di tertibkan dan terjaga. Seperti tidak terjadi naik turunnya harga.

Tetapi, tidak bisa dipungkiri banyak pengusaha lokal bawang di Bima yang kurang informatif. Yaitu akses untuk menerima informasi dari luar negeri itu belum ada. Sehingga harganya muda dimainkan.

“Dari kekurangan informasih yang utuh oleh pengusaha lokal itu, dengan mudah sekali memainkan harga. Dan pengusaha lokal di Bima itukan sebagai agennya pengusaha besar di luar negeri,”ungkapnya.

Kata dia untuk menjaga kualitas harga di tingkat petani, meminta Pemda Bima sebagai penghasil bawang dan Pemprov untuk menyediakan  medium besar atau gudang penampungan bawang merah agar bisa di ekspor sendiri. Tidak harus nyantol ke pulau Jawa baru diekspor.

Sisi lain, Rauf merencanakan pembentukan Asosiasi Bawang Merah Wilayah NTB, agar  bisa akse sendiri pasar di luar negeri melalui pengurus ABMI Pusat.

“Dengan adanya ini tentu akses keluar harga bawang kita bisa terjangkau,”pungkasnya. (Arif. Radio Arki)

Related posts

Pemprov NTB Apresiasi Terbentuknya Kepengurusan JMSI NTB

ArkiFM Friendly Radio

Kementan Tinjau Lokasi 1000 Desa Sapi di Loteng

ArkiFM Friendly Radio

Soal Dugaan Pencamaran Di Tongo, Ini Tanggapan Kapolda NTB

ArkiFM Friendly Radio