ARKIFM NEWS OLAH RAGA

Khanza (8 Th), Petarung Pemula Asal KSB Yang Meraih Juara Terbaik Di Even Taekwondo NTB

“taekwondo terbilang ilmu beladiri yang cukup keras. Tak jarang petarung yang cedera serius dalam pertarungan pada even resmi tertentu, tetapi semangatnya tak juga surut dengan berbagai tantangan itu.”

Sumbawa Barat. Radio Arki- Awalnya, dia adalah sosok pendiam, yang tidak banyak menyampaikan keinginan atau rewel  seperti anak seumurannya. Setiap hari dia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Begitupun sepulang sekolah, dia lebih memilih beristirahat sebelum sorenya ia  berangkat mengaji ke rumah guru ngaji yang tak jauh dari kediamannya. Tetapi menariknya, ketika di dalam arena pertarungan, sosok yang satu ini terlihat sangat garang dan tak segan menumbangkan lawan dengan berbagai teknik yang dimiliki.

Adalah Nayla Khansa Mafalda (th 8), atau lebih akrab dipanggil Khansa. Ia belum lama mengenal dan berlatih beladiri Taekwondo. Tetapi dengan kegigihan dan semangat berlatih, ia berhasil membuktikan bahwa prestasi itu pasti, ketika setiap usaha untuk menjadi juara telah dijalani, dari latihan sampai pada mengatur waktu.

Prestasi pertama yang diraih anak kedua dari pasangan Ma’ruf dan Hilda Handayani terbilang cukup membanggakan, yaitu medali emas pada kelas fighter (petarung anak anak) kejuaran Dispora NTB Cup I yang digelar di Mataram pada akhir April 2017 lalu. Kebanggan itu juga semakin besar, karena teknik yang digunakan oleh perempuan kelahiran 28 Agustus 2008 itu, sekaligus menjadi motivasi bagi teman seperguruannya.

Sebagai anak kedua, Khansa banyak terinspirasi dari kakak kandung yang tak jauh umurnya dengan dia. Terutama prestasi di sekolah, Khansa dan kakaknya (Sabrina, 9 tahun) juga memiliki prestasi yang bagus. Bahkan keduanya adalah bintang kelas dengan prestasi juara terbaik di kelasnya masing-masing.

“ini yang menjadi kebanggaan kami, karena tidak pernah terpikir bahwa dia akan jadi juara. Yang membuat kami lebih terharu, dia bilang juara ini buat Ayah dan Mama (panggilan orang tua.red), karena dia tahu awalnya sangat sulit bagi kami untuk memberikan ijin dia untuk belajar taekwondo. Kami khawatir prestasi di kelasnya akan terganggu, ternyata tidak.” Ujar Ma’ruf atau yang lebih akrab disapa Sances kepada www.arkifm.com, Senin (22/5) malam kemarin.

Khansa memang punya motivasi yang tinggi untuk mengejar apa yang diinginkan, aku Sances, apalagi itu menyangkut prestasi. Menurut khansa, kata sances, prestasi apapun itu adalah pembukti kepada orang tua, bahwa dirinya mampu berprestasi dan menjadi juara dalam setiap pilihan yang lakukan. Maka dari itu ia selalu totalitas dalam berlatih dengan tidak meninggalkan waktu belajar dan prestasi di sekolah.

Nayla Khansah Mafalda sedang menerima raport dan piagam penghargaan atas prestasi juara kelas, dengan kakaknya (Sabrina).

Di sekolah, Khansa mempunyai prestasi yang cukup mentereng, dari kelas satu sampai dengan sekarang (kelas dua) dia selalu juara terbaik di kelas. Padahal dengan berbagai kegiatan harian yang dilakukan dari pagi sampai malam, sangat mungkin apabila prestasi belajar anaknya akan terganggu. Untuk itu, dirinya juga tidak mau memaksa bahwa, Khansa harus berprestasi pada setiap bidang tersebut, yang paling penting Khansa menikmati aktifitas tersebut, dan ada manfaat yang positif dari setiap aktifitas tersebut. Tentu yang paling utama, adalah sekolah dan juga mengaji yang wajib tidak boleh diabaikan.

“yang kami banggakan, dia bisa berprestasi di sekolah dan juga ekskul yang menjadi pilihannya. Karena memang itu janjinya.” Tukas Sanches.

Dalam kejuaraan taekwondo NTB yang digelar, di Mataram belum lama ini . Sebagai orang tua, pihaknya selalu memberikan dukungan penuh, terutama di saat Khansa akan berhadapan dengan sejumlah lawan-lawannya di arena. Memang ada kekhawatiran yang besar, tetapi disatu sisi, pihaknya harus memberikan dukungan agar anaknya tidak terbebani dan berhasil menunjukkan penampilan terbaik di arena tarung.

“bisa dibayangkan, bagaimana dia berhadapan dengan lawan yang sebenarnya jauh lebih senior dari dia. Tetapi dia selalu punya motivasi yang kuat, bahwa dia bisa!. inilah yang harus kami jaga.”tegasnya.

“kami akan terus memotivasi dan memberikan dukungan penuh, agar dia bisa nyaman dengan setiap pilihan aktifitas positif.” Imbuhnya.

Sementara itu, Khansa (th 8), perempuan yang memiliki cita-cita menjadi dokter tersebut, kepada www.arkifm.com mengatakan, prestasi yang diraih sekarang baru prestasi awal yang akan terus memotivasi dirinya untuk mengejar prestasi yang lain. Ia optimis akan banyak yang bisa diraih dengan kerja keras dan dukungan banyak pihak, terutama orang tua.

“saya mau kejar (lebih banyak) lagi. Terus disiplin berlatih dan mempelajari teknik baru, saya yakin pasti bisa.” Ujar Khansa singkat, saat diwawancarai bersama orang tuanya via seluler. (Unang Silatang.Radio Arki)

 

 

Related posts

Warga Tongo Desak Kuota Perekrutan PT. Macmahon, Kadis Naker : Tidak Bisa Begitu… 

ArkiFM Friendly Radio

Busana Gubernur NTB saat Hadiri Hultah NWDI Tuai Kontroversi

ArkiFM Friendly Radio

74 OTG Yang Kontak Dengan Pasien Corona Jalani Rapid Test Secara Bertahap

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment