ARKIFM NEWS

Dalami Materi Kebijakan Pemerintah, Mahasiswa Undova Kuliah di DPRD KSB

Foto: Wakil Ketua 2 DPRD KSB saat menyampaikan materi. (Ist)

Sumbawa Barat. Radio Arki – Sumbawa Barat. Radio Arki – Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Merliza, S.Sos.I. MM mengadakan kelas kuliah Mahasiswa Universitas Cordova di gedung DPRD Kabupaten Sumbawa barat, Kamis (14/1). Hal tersebut dilakukan berdasakan permintaan pihak Universitas Cordova Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Program Study Ilmu Pemerintahan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Dosen Pembina, Roy Marhandra, SE.,M.Kesos kepada arkifm.com, Selasa (19/1).

Roy sapaan akrabnya menerangkan bahwa, kelas tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk pendalaman materi terkait dengan kebijakan Pemerintah dalam hal pembangunan Bidang ekonomi di Sumbawa Barat.

“Dari hasil pengamatan keaktifan mahasiswa di kelas tentang respon terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Daerah, terkait dengan pengembangan ekonomi di Sumbawa Barat. Oleh karenanya, penting untuk memperkenalkan kepada Mahasiswa seperti apa dinamika di DPRD KSB. Termasuk bagaimana cara melahhirkan kebijakan-kebiajakan yang berkenaan dengan hajat hidup orang banyak”, jelasnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 2 jam di ruang Banggar DPRD KSB tersebut, Merliza menyampaikan materi Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro, serta seperti apa implementasinya dalam penerapan kebijakan Pemerintah Daerah.

Foto: Fose Mahasiswa bersama Dosen dan Waka 2 DPRD KSB. (Ist)

Banyak hal yang diulas terkait dengan kebijakan Pemerintah Daerah seperti permasalahan UMKM, produk unggulan daerah, aktifitas pasar, subsidi pupuk, tenaga kerja, usaha ekonomi produktif, jual beli online, permasalahan riba yang mencekik warga, toko ritail, pariwisata dan berbagai permasalahan lainnya seputar ekonomi.

Pelaksanaan kelas berlangsung alot, karena materi yang disampaikan mengundang mahasiswa untuk mengetahui secara lebih mendalam tentang apa saja tugas DPRD KSB dalam menangani berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat.

Di akhir jam kelas, Merliza menyampaikan permohonan maaf karena waktu yang diberikan terbatas, dan tentunya masih banyak persoalan yang belum tuntas dibahas. “Saya menyampaikan permohonan maaf karena waktu yang tersedia terbatas, karena sebentar lagi ada agenda yang harus dilaksanakan. Tetapi saya tetap membuka ruang untuk diskusi kapan saja dan dimana saja. Terkait hal-hal yang dianggap belum puas dibahas, karena sesungguhnya masih banyak persoalan yang harus dituntaskan di KSB ini dan membutuhkan peran dari seluruh lapisan masyarakat”, terangnya.

Sementara itu, Bahtiar selaku perwakilan Mahasiswa menyampaikan harapannya agar dapat dibuka kembali kelas lanjutan. “Saya berharap kepada ibu Merliza dapat membuka lagi kelas seperti ini, karena menurut kami ini sangat efektif. Selain dalam rangka memperkuat pemahaman kami terkait materi yang kami dapatkan dikelas, juga kami sekaligus dapat menyampaikan aspirasi kami terkait persoala-persoalan daerah”, ungkap Bahtiar. (Val. Radio Arki)

Related posts

Kasus Narkoba Dan Korupsi Di KSB Terus Dibidik

ArkiFM Friendly Radio

Diprivatisasi ?, Warga Tidak Bisa Maksimal Memanfaatkan Pulau Paserang

ArkiFM Friendly Radio

PKS Masih Mesra dengan Petahana

ArkiFM Friendly Radio