ARKIFM NEWS

APBDP NTB 2021 Masih Belum Stabil

Mataram. Radio Arki – Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB, Selasa (24/8) menggelar rapat bersama bersama dengan delapan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Dalam rapat bersama tersebut, disepakati Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2021.

Agenda rapat bersama itu dilakukakan bersama komisi terkait di DPRD Provinsi NTB, yakni membahas postur APBDP tahun 2021. Dalam penjelasan Wakil Ketua DPRD NTB, H. Mori Hanafi bahwa postur APBDP tahun 2021 mengalami kesulitan. Hal itu bisa dilihat dari berkurangnya hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan Pemerintah Pusat. Seperti realisasi anggaran belanja dipangkas untuk percepatan penanganan Covid-19, sehingga belanja lain pun ikut berkurang.

“Untuk anggaran belanja dipangkas. Fokus untuk penanganan Covid-19,”ucap Mori Hanafi saat di konfirmasi media ini.

Sementara surplus PAD di tahun 2021 masuk di angka 50 persen start di bulan Agustus. Semestinya angka 50 persen itu start di bulan Juni. Pengaruh angka tersebut, kata Mori akibat dari macetnya berbagai sektor penting, seperti sektor industri Pariwisata dan industri pendukung di Daerah.

“Bisa kita lihat daya beli masyarakat ikut berkurang. Sekarang saja masyarakat untuk makan saja susah, apalagi mau beli kendaraan bermotor yang membutuhkan biaya tinggi,” beber Mori Hanafi.

Sementara Ketua Komisi III DPRD NTB, Sembirang Ahmadi menjelaskan terkait postur anggaran untuk APBDP tahun 2021, diakui memang mengalami kesulitan. Seperti serapan anggaran di empat bulan terakhir kelihatannya relatif berat.

Sisi lain juga, NTB masuk Provinsi yang kategori serapan anggarannya cukup stabil dari daerah lain yang ada di Indonesia. “Karena stabil. Kita mendapat reward dari Pemerintah Pusat berupa Insentif anggaran sebanyak Rp 65 Miliar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sembirang mengatakan di akhir tahun 2021, pihaknya optimis serapan PAD mencapai angka 90 persen.

“Kita optimis serapan anggaran akhir tahun masuk di angka 90 persen. Harapan kita pandemi berakhir. Dengan berakhirnya pandemi ekonomi bisa stabil,”pungkasnya. (Rif. Radio Arki)

Related posts

Dewan Minta RSUD Asy Syifa’ Segera Perbaiki Kerusakan Bangunan

ArkiFM Friendly Radio

Perusahaan Tidak Taat Pada UMK Bisa Dijerat UU

ArkiFM Friendly Radio

Desa Kertasari Diproyeksikan Bakal Menjadi Kawasan Minapolitan

ArkiFM Friendly Radio