ARKIFM NEWS

Bupati KSB Terima Penghargaan MURI

‘Atas Capaian Sebagai Kabupaten Pertama di Indonesia Tuntas STBM’

Sumbawa Barat. Radio Arki – Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir H W Musyafirin, MM menerima piagam penghargaan rekor dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Bupati mendapatkan penghargaan dari MURI No.10061/R.MURI/X/2021 atas Rekor-Dunia Indonesia, sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang telah menuntaskan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Piagam penghargaan Rekor Dunia MURI diterima Bupati Sumbawa Barat dari Manager Operasional MURI, Andre Purwandono SS, disaksikan langsung oleh Forkopimda NTB, Forkopimda KSB, beserta tamu undangan lainnya.

Bupati Sumbawa Barat, H. W Musyafirin mengatakan, rekor muri diberikan sebagai bentuk prestasi bersama. Nama bupati hanya dicantumkan, karena harus ada nama orang sebagai rekoris, tapi sejatinya ini adalah kerja bersama semua pihak.

“Saya ucapkan terima kasih kepada jajaran forkopimda, ASN, PTT dan masyarakat yang telah mendukung program ini. Penghargaan ini bukan semata mata simbol, tapi ini bentuk komitmen kita bahwa, 5 pilar STBM tetap berlanjut di Kabupaten Sumbawa Barat,” katanya.

Disinggung mengenai kiat kiat sehingga penerapan 5 pilar STBM tuntas dilaksanakan oleh Kabupaten Sumbawa Barat, Bupati menyebut prosesnya tidak semata mata hanya di ukur dengan uang, Namun, didalamnya prosesnya ada strategi strateginya.

“Kalau setiap program disubsidi, itu belum tentu berhasil. Maka kami mulai berfikir untuk mencari formulasinya. Salah satunya adalah dengan membentuk agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR), untuk memastikan subsidi setiap program bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Bupati menyadari penerapan STBM membutuhkan komitmen yang kuat. Oleh karenanya, meski telah tuntas dan mendapatkan pengakuat MURI, Pemerintah bersama semua stakeholder harus mengawal program hingga betul betul mengakar di masyarakat. Contohnya seperti penerapa pilar 4 pengelolaan Sampah dan pilar 5 pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Untuk pilar 1, 2 dan 3, semata mata untuk membuat masyarakat merasa nyaman. Sedangkan pilar 4 dan 5 itu terus kita edukasi masyarakat. Sembari kita menyiapkan segala hal yang mendukung pilar tersebut, karena ini harus nyambung dari hulu ke hilir,” tuturnya.

Disamping itu, armada armada juga untuk menopang pilar 4 dan 5 terus ditingkatkan, baik secara kuantitas maupun kualitas. “Jadi armadanya akan kita tingkatkan. Sembari itu kesadaran agen PDPGR dan masyarakat terus kita dorong untuk menjaga kebrelangsungan STBM,” tandasnya. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Tahapan Pilkada 7 Kabupaten Kota di NTB Ditunda

ArkiFM Friendly Radio

Kekeringan Mengancam, Distanbunak Fasilitasi Asuransi Petani

ArkiFM Friendly Radio

ArkiFM Friendly Radio