ARKIFM NEWS

Kadis Pertaninan : Gapoktan Dan P3A Jangan Terlalu Mengandalkan Pemerintah

 Beberapa organisasi petani seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air merupakan himpunan bagi petani pemakai air yang bersifat sosial-ekonomi, budaya, dan berwawasan lingkungan. P3A dibentuk dari, oleh, dan untuk petani pemakai air secara demokratis, yang pengurus dan anggotanya terdiri dari unsur petani pemakai air. Begitupun halnya Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) harusnya bisa mandiri dan mempunyai kelembagaan yang kuat.”

Sumbawa Barat. Radio Arki- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Dan Perkebunan Sumbawa Barat, Marlin Hardi, SP, MP menegaskan, perangkat pertanian yang telah terbentuk, seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gapoktan jangan terlalu mengandalkan pemerintah dalam hal melakukan perbaikan kerusakan jaringan yang tidak terlalu parah, ataupun kebutuhan lain yang tidak membutuhkan anggaran besar.

“harusnya Gapoktan dan P3A bisa lebih mandiri dan jangan terlalu mengadalkan pemerintah. Misalnya untuk perbaikan pintu jaringan tersier, dan kerusakan lain yang cendrung tidak membutuhkan anggaran yang tidak egitu besar.” Tegasnya, Selasa (18/7) siang tadi, di ruang kerjanya.

Menurutnya, ada banyak jalan yang bisa dilakukan Gapoktan dan P3A untuk mandiri, seperti iuran anggota dan juga sistem gotong royong dalam setiap melakukan perbaikan jaringan irigasi tersier yang rusak. Selain itu, perlu juga penguatan kelembagaan bagi Gapoktan dan P3A agar bisa terus senantiasa dinamis.

Sebagai leading sektor, kata Marlin, pihaknya telah berusaha untuk mendorong agar sejumlah lembaga atau perangkat pertanian yang dibentuk langsung oleh petani bisa mandiri. Sebut saja, pelatihan dan juga pembinaan yang terus dilakukan secara berkala. Sayangnya, berbagai pelatihan itu belum bisa maksimal apabila tidak ada kesadaran petani untuk mau mandiri.

“sudah kita buat bebeapa kali pelatihan. Terakhir, kemarin kita studi lapangan ke Lombok Barat untuk melihat Gapoktan dan P3A disana. Jadi kita harapkan hasil perjalanan itu bisa diterapkan secara bertahap di Sumbawa Barat,”harapnya.

“Gapoktan dan P3A di Lombok Barat cukup sukses untuk mengembangkan dirinya. Bahkan gapokptan dan P3A lombok barat beberapa kali juara nasional. Untuk itu kita Gapoktan dan P3A kita bisa belajar, tertama bagaimana memperkuat kelembagaan.” Imbuhnya. (Unang Silatang.Radi Arki)

Related posts

Dampak Pengalihan Kewenangan, Wabup KSB Datangi Setda NTB Pertanyakan Status PTT

Bantuan JPS Pariri Dilaunching

ArkiFM Friendly Radio

Gandeng Kemendikbud, Kabar Bumi Gelar Sosialisasi Pendidikan TPPO

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment