ARKIFM NEWS

Ketua PKB KSB: Hubungan Batin Kami dengan Pak Fud Tidak Bisa Dipisahkan

Sumbawa Barat. Radio Arki – Suasana hangat penuh keakraban tampak selimuti Silaturrahmi Wakil Bupati Sumbawa Barat yang juga Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ke Sekretariat DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Selasa, 30 Maret 2024.

Momen silaturahmi dalam bingkai pendaftaran Fud Syaifuddin sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui PKB tersebut terasa istimewa. Pasalnya, perjalanan Fud Syaifuddin dalam kanca perpolitikan Sumbawa Barat, tidak bisa dipisahkan dengan PKB (Pilkada 2015 dan 2020).

“Hubungan batin kami tidak bisa dipisahkan, karena sudah sangat lama saya bersama Pak Fud,” kata Ketua DPC PKB Sumbawa Barat, Sudarli, dalam jumpa pers, usai menerima pendaftaran Fud Syaifuddin sebagai Bakal Calon Bupati dari PKB.

Secara personal dan kepartaian, aku Sudarli, hubungan dirinya dengan Fud Syaifuddin sudah terjalin dengan kuat. Selain memang pernah menjadi relasi saat Pak Fud di DPRD Sumbawa Barat, PKB juga selama dua kali berturut turut turut mengusung beliau dalam dua Pilkada terakhir.

“Kami sangat berterima kasih atas kedatangan Pak Fud ke PKB. Hal itu seirama dengan PKB yang memberikan kesempatan kepada semua anak bangsa yang memiliki kompetensi dan komitmen dalam membangun daerah ini,” terangnya.

Senada dengan Ketua PKB KSB, Fud Syaifuddin menyampaikan bahwa kehadirannya di tengah tengah kader dan Pengurus PKB tidak bisa dipisahkan dengan romantisme panjang dirinya dengan partai besutan Muhaimin Iskandar itu di masa lalu.

“Bagi saya datang ke PKB adalah suatu hal yang sangat special, karena bagaimanapun juga dua kali saya menjadi wakil bupati dua kali juga diusung oleh PKB,” kata Fud, sapaan akrab Wakil Bupati.

Lebih lanjut Ia menceritakan, sebagai warga nahdliyin sejak menempuh pendidikan di Jombang Jawa Timur, tentu dirinya tidak bisa dipisahkan secara kultural dengan NU dan PKB. Sebab secara nasional, NU dikenal sebagai basis massa dari PKB itu sendiri.

“Secara kultural PKB tidak terpisahkan dengan ormas NU, dan saya merupakan kader NU. Di luar dari sisi politik, kedatangan saya ini ke PKB sama seperti datang balik ke rumah Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Tentu sebagai entitas yang telah berkontribusi besar dalam membangun bangsa, Ia juga mengungkapkan bahwa NU telah banyak melahirkan pemimpin bangsa, baik di level nasional maupun daerah. Nah, di Sumbawa Barat selain dirinya juga ada Ketua DPC PKB yang memiliki kompetensi dan komitmen yang kuat dalam membangun bumi pariri lema bariri.

“Bak gayung bersambut, saya juga mengundang Ketua DPC PKB KSB, Cak Darli, untuk juga bisa mendaftarkan diri melalui Partai NasDem,” tambahnya. (Enk. Radio Arki)

Related posts

November, Dermaga Poto Tano-Kayangan Kembali Direvitalisasi

ArkiFM Friendly Radio

Roster Kerja AMNT Disetujui

ArkiFM Friendly Radio

HUT KSB Yang Ke-15, Manimbang Beri Saran Kepada Pemerintah Daerah

ArkiFM Friendly Radio