ARKIFM NEWS

Menyentuh! Alasan Warga Tambak Sari Ganti Baliho dan Mantapkan Pilihan ke Fud Aher

Sumbawa Barat. Radio Arki – Salah satu warga Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, membuat keputusan demokratis dengan mengganti spanduk pasangan calon Amar-Nani dengan spanduk Fud-Aher.

Keputusan ini mencerminkan dinamika politik yang berkembang di Sumbawa Barat, bukan karena ketidaksukaan terhadap Amar-Nani, tetapi keyakinan bahwa Fud-Aher adalah pilihan terbaik.

Hairawan, pemilik rumah tempat spanduk tersebut diturunkan, menegaskan kepada arkifm.com, bahwa keputusannya menurunkan baliho Amar Nani sesuai dengan harapan dan aspirasi masyarakat.

“Saya memilih untuk mendukung pasangan Fud-Aher karena saya menilai pasangan ini adalah sosok yang paling sesuai dengan harapan dan aspirasi masyarakat. Tidak ada niat sedikit pun untuk menjelekkan pasangan lain,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Desa Tambak Sari.

Sebelumnya, warga Desa Tambak Sari ini memasang spanduk Amar-Nani, karena belum ada pasangan calon lain yang pasti. Isu yang beredar saat itu adalah kotak kosong sebagai lawan Amar-Nani.

“Daripada mendukung kotak kosong, kami memilih Amar-Nani saat itu. Namun sekarang, dengan hadirnya pasangan Fud-Aher yang memberikan kepastian, masyarakat memiliki pilihan lain dalam Pilkada KSB, dan saya memilih pasangan Fud-Aher tanpa ada paksaan,” tambahnya.

Alasan Hairawan memilih pasangan Fud-Aher adalah karena adanya Aherudin, anggota DPRD KSB dari Dapil II yang sudah terpilih selama empat periode.

“Saya tahu betul bagaimana dia bekerja untuk masyarakat, sangat luar biasa. Ketika saya tahu bahwa Pak Aher maju, saya langsung yakin untuk memilih beliau, apalagi beliau berpasangan dengan Pak Fud, menjadi paket pilihan terbaik dari yang baik menurut saya,” ungkapnya.

Keputusan mengganti spanduk ini diharapkan tidak menimbulkan persepsi negatif.

“Spanduk yang saya turunkan adalah spanduk di rumah saya sendiri, bukan di tempat yang bukan hak saya. Kami menurunkannya dengan cara baik-baik, kami lipat baik-baik juga, tidak merusaknya,” jelasnya.

Dalam demokrasi, setiap warga memiliki kebebasan untuk memilih calon yang dianggap terbaik tanpa tekanan.

“Saya bersyukur di KSB kemungkinan besar ada lebih dari satu calon agar masyarakat bisa banyak pilihan, mana yang terbaik untuk KSB yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.

Hairawan berharap keputusan ini dipahami sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat, di mana setiap warga diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk memilih calon yang mereka anggap paling baik. (*)

Related posts

Belum Ditanggapi, Warga Lingkar Tambang Ancam Lanjutkan Aksi

ArkiFM Friendly Radio

Keberadaan Bale Mediasi Lotim Diharapkan Bukan Sekedar Formalitas

ArkiFM Friendly Radio

Bakesbangpol KSB Gelar Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental

ArkiFM Friendly Radio