ARKIFM NEWS

Ketika Bupati KSB Menilai “Tidak Melayani Sumbangan Dalam Bentuk Apapun”

mengajak masyarakat untuk meningkatkan rasa kepedulian dan saling berbagi kepada sesama memang menjadi ajakan yang kerap disampaikan Bupati Sumbawa Barat, apalagi di bulan Ramadhan dan di saat syafari Ramadhan yang dilakukan di beberapa titik kecamatan.”

Sumbawa Barat. Radio Arki- Harta yang sesungguhnya bukan yang  disimpan dan dimiliki saat ini, kata Bupati Sumbawa Barat, Dr.Ir.H.W.Musyafirin, melainkan  Harta yang sebenarnya adalah harta yang kita bagikan (infakkan) kepada orang lain. Jadi jangan takut berbagi dan peduli.

“warga yang memiliki rizki lebih harus membantu orang miskin. Bahkan kantor pemerintahan di KSB tidak boleh lagi menulis di kantornya tidak melayani sumbangan dalam bentuk apapun. Larangan itu adalah salah karena bersifat tidak peduli dan tidak mau berbagi.” Ujar bupati melalui rilis resmi yang diterima www.arkifm.com, saat kunjungan Syafari Ramadhan, Minggu (27/5) lalu,

“Kalau di Sekongkang ini warganya peduli dan berbagi terlihat warganya membawa bekal untuk buka puasa, suasana berbagi, suasana peduli terbukti di kecamatan Sekongkang.” imbuhnya.

Menurut Bulan Ramadhan adalah momentum untuk meningkatkan ketakwaan. Karenanya, satu bulan dalam setahun ini harus dimanfaatkan dengan baik. Ramadhan juga adalah bulan silaturrahmi. Doa seorang muslim akan dikabulkan Allah jika ia menjaga dua hubungan, yakni hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia termasuk makhluk lainnya. Keduanya harus berkolaborasi dan dielaborasi. Perbedaan yang ada jangan dijadikan penghambat. Silaturrahmi harus dijaga dan terus dijalankan.

lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan warga Sekongkang khususnya dan warga KSB umumnya, bahwa PT. AMNT adalah perusahaan baru. Perusahaan ini sedang mencari performa atau sedang mencari bentuk. Pemerintah tetap mendorong dan mengharapkan bukan saja PT. AMNT, tetapi semua perusahaan di KSB agar keberadaannya bisa menghadirkan multyplayer efek terhadap masyarakat.

“Lima tahun kepemimpinan kami, kami ingin hak-hak dasar masyarakat bisa terpenuhi, hak papan untuk mendiami rumah layak huni. Hak pangan, agar tidak ada yang tidak makan. Hak mendapat pendidikan dan layanan kesehatan yang layak. Saya dan Wabup juga berencana membangun rumah transit di Mataram. Rumah itu digunakan untuk menginap warga KSB yang mengantar keluarganya berobat ke Mataram. Sehingga tidak perlu mencari kos-kosan.’’ demikian, Bupati (Unang Silatang.Radio Arki)

Related posts

Gubernur Evaluasi A3 Perangkat Daerah

ArkiFM Friendly Radio

Kapolda Didesak Copot Kapolres KSB

ArkiFM Friendly Radio

Persiapan dan Pembangunan Bandara di Kiantar Ditanggung Penuh Investor

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment