ARKIFM NEWS

Bupati Minta BNPB Beri Bantuan Paralel Untuk Semua Kategori Korban Gempa KSB

“Kecepatan dalam penanganan pasca gempa adalah akuntabilitas. Jangan sampai pengen cepat tetapi akuntabilitas dikesampingkan. Oleh karenanya data penerima bantuan harus segera di ferivikasi dan di SKkan agar bisa menjamin akuntabilitas dan agar cepat mendapatkan dana stimulan.”

Sumbawa Barat. Radio Arki – Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam laporannya saat menerima kunjungan kerja Kepala BNPB Willem Rampangilei di Posko Komando Darurat Gempa Bumi di Kantor BPBD KSB, Kemarin (15/09) mengatakan bahwa, pencairan dana stimulan korban gempa yang rumahnya rusak sedang dan rusak ringan paralel dengan korban gempa yang rumahnya rusak berat.

“Masyarakat Sumbawa Barat yang rumahnya rusak ringan dan rusak sedang saat ini merasa tidak ada kepastian kapan mendapatkan dan stimulan. Oleh karenanya, saya minta agar bisa disegerakan untuk perbaikan rumah warga. Sehingga pencairannya bisa bersamaan dengan korban yang rumahnya mengalami rusak berat”, Pinta Bupati.

Sebelumnya, Bupati menjelaskan bahwa, terjadi dua kali gempa di Kabupaten Sumbawa Barat yang magnitudonya sangat tinggi. Gempa pertama pada siang hari berkekuatan 6,4 SkalaRichter (SR). Gempa kedua terjadi malam hari sekitar pukul 23.00 Wita berkekuatan 6,9 SR. “Akibat dari kedua gempa besar tersebut mengakibatkan 15.361 rumah mengalami rusak. Data tersebut, kalkulasi dari 2.326 rusak berat, 5.955 rusak sedang dan 7.080 rusak ringan”, Bebernya.

Data yang dihimpun oleh pemerintah daerah tersebut merupakan data yang telah tervertikikasi tahap keempat. Saat ini, sedang berjalan verifikasi tahap keempat yang Insya Allah akan rampung tanggal pada tanggal 20 September.

“Alhamdulillah BNPB saat dikonfirmasi telah mentransfer ke 346 rekening warga yang rumahnya rusak berat untuk menerima dana stimulant sebagai modal membangun kembali rumahnya. Kita berharap dana tersebut juga bisa segera diterima untuk korban gempa sedang dan ringan”, tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Laksamana Muda (Purn), Willem Rampangilei mejelaskan bahwa, BNPB telah mentransfer dana stimulan untuk warga yang rumahnya rusak berat sebanyak 346 jiwa. Dana ditransfer dua tahap, masing-masing senilai Rp. 25 juta untuk korban rusak berat. Transfer bertahap dilakukan agar pembagian dana stimulan tersebut merata dan cepat.

“Saat progres pembangunan rumahnya maju, transfer tahap dua pun dilaksanakan. Untuk sisa warga yang rumahnya rusak berat termasuk sedang dan ringan silahkan SK kan lagi dan kirim ke BNPB. Kita tetap upayakan agar segera dicairkan”, Tukasnya. (Enk.Radio Arki)

Related posts

Datangi Kemenaker, Komisi I Menerima Informasi mencengangkan Soal PT Macmahon

ArkiFM Friendly Radio

Adi Pranajaya Undang Sutradara Teater Koma Diskusi di Mataram

ArkiFM Friendly Radio

Peserta BPJS Jalur Mandiri Di Sumbawa Barat Masih Banyak Menunggak

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment