HMI Sumbawa Barat : Hari Santri Nasional Harus Mampu Mendorong Gerakan Revolusi Mental

0

 

Harus Ada Peringatan Khusus Di KSB

 

Sumbawa Barat.Arki Radio – Memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 oktober lalu, menurut ketua Pengurus Cabang HMI Sumbawa Barat, Mukhlisin, harus mampu mendorong gerakan revolusi mental secara menyeluruh dengan mengundang partisipasi public terhadap gerakan membangun mentalitas tersebut.

“ini adalah terobosan. Dan harus bisa menjadi dorongan positif untuk memperkuat gerakan revolusi mental, yang merupakan kebijakan pemerintahan saat ini,’ tegasnya, di Taliwang, Senin (24/10) siang tadi.

Dijelaskan, revolusi mental sebenarnya gerakan yang tidak hanya dilihat menjadi sebatas kebijakan populis pemerintah pusat. Tetapi kalau dilihat sisi positif, maka revolusi mental harus bisa disinergikan dengan kebijakan lainnya di daerah. Seperti kebijakan peringatan Hari Santri Nasional.

Menurut Mukhlisin, Hari Santri Nasional mempunyai makna yang kuat secara filosofis untuk menggerakan partisipasi public terhadap gerakan revolusi mental. Sayangnya, untuk saat ini, kebijakan tersebut belum begitu populer. Sehingga belum ada gerakan bersama bagi santri atau pondok pesantren yang ada, khususnya di Sumbawa Barat tentang bagaimana memaknai Hari Santri Nasional, dan kaitannya dengan gerakan revolusi mental milik pemerintah pusat.

“ kebijakan ini sangat positif. Hanya saja, bagaimana cara kita maknai tergantung kita. Apalagi Sumbawa Barat merupakan daerah yang telah menempatkan diri sebagai daerah dengan prinsip peradaban fitrah,”tegasnya

Sumbawa Barat adalah kabupaten dengan kultur keislaman yang sangat kuat. Lanjut Mmukhlisin,  setidaknya itu bisa dilihat dari kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah Sumbawa Barat saat ini, dimana sholat adalah ukuran yang dijadikan sebagai indikator keberhasilan dan ketaatan aparatur. Belum lagi, jumlah pondok pesantren yang terus bertambah. Jadi idealnya ini juga harus sebanding dengan kekuatan untuk mendorong Hari Santri Nasioinal sebagai kebijakan di daerah, dengan berbagai program dan kegiatan yang positif.

“coba lihat ada berapa pondok di KSB?. Jumlahnya cukup banyak, bahkan terus bertambah. Jadi harus ada perhatian khusus bagi pemerintah daerah terhadap peringatan Hari Santri Nasional. Sehingga identitas Sumbawa Barat yang telah membangun tatanan sosial kehidupan dengan nilai keislaman itu semakin menguat dengan adanya kebijakan peringatan Hari Santri Nasional,” demikian, tukas Mukhlisin. (US-ArkiRadio)

Leave A Reply