Menristek Dikti Tidak Lagi Memberikan Gelar Profesor Dosen Kemenag

0

Mataram.Radio Arki- Kementrian Riset Dan Teknologi (kemenristek) menegaskan tidak lagi memberikan Gelar professor bagi dosen di lingkup Kementerian Agama tahun depan. Tetapi gelar tertinggi keilmuan tersebut,  selanjutnya akan langsung diberikan  kemneterian terkait, Kemenag.

Ditemui  Insan Media, di Mataram, Dirjen Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Kamarudin Amin meneragkan, semua persyaratan untuk mendapat gelar tersebut tetap sama. begitupun mutu, kementerian terkait tetap harus menjaga kualitas.

“Tetapi tidak berarti syaratnya berkurang, mutu tidak bisa kita tawar, tidak bisa dinegosiasi, mutu adalah mutu, profesor adalah profesor. Prosesnya tidak akan rumit, tidak akan lagi menyeberang di Ristek Dikti”, ujarnya.

Salah satu syarat meraih gelar professor yakni dosen harus mampu menulis di jurnal internasional. Dirinya pun mendorong agar semua dosen mampu menulis di jurnal internasional mengingat di era kompetisi global saat ini, perguruan tinggi islam menjadi titik entitas dari semua entitas yang ada di dunia, oleh karena itu tidak ada pilihan lain suka atau tidak suka, cepat atau lambat kita harus berkompetisi dan menjadi bagian dari kompetisi global.

Menurutnya, kampus harus terinternasionalisasi. Lembaga-lembaga pendidikian seperti STAIN, IAIN, UIN tidak boleh lagi menjadi entitas kecil yang hanya berinteraksi dengan beberapa orang saja. Sudah saatya kita memikirkan bahwa kita harus berkiprah secara internasional dan menjadi kontributor terhadap isu-isu dunia.

Lanjutnya, seorang dosen tidak boleh lagi membatasi diri dari lalu lintas akademik internasional, mereka harus mejadi bagian dari lalu lintas akademik global. Kita tidak boleh hanya sekedar membaca, menulis, mengikuti perkembangan lokal dan nasional, tetapi diskursus kita harus menjadi global. Oleh karena itu menulis di jurnal internasional bagi seorang dosen adalah sebuah keharusan.

Seorang dosen yang tidak pernah menulis di jurnal internasional pasti akan tergilas oleh peradaban akademik dunia, pasti akan menjadi terpinggirkan karena tidak mungkin menjadi profesor kalau tidak menulis di jurnal internasional.

“Sementara semua dosen kehebatannya satu yakni semua dosen bisa menjadi profesor, sementara guru besar adalah pangkat tertinggi. menjadi guru besar adalah sebuah posisi yang bisa dicapai oleh semua dosen, ini yang unik di Indonesia. Berbeda dengan Eropa, Amerika menjadi profesor tidak bisa menjadi mimpi semua orang karena yang bisa menjadi profesor ialah hanya mereka yang bisa menduduki jabatan, karena profesor bukan pangkat fungsional tapi juga jabatan”, tukasnya. (AY- Arki Radio)

 

 

 

Leave A Reply