ARKIFM NEWS

Bijak, Zul Fahmi Wartawan Radar Lombok Memaafkan Pelaku Pengeroyokan

Lombok Barat. Radio Arki – Sikap bijak yang diambil Wartawan Radar Lombok, Zul Fahmi dengan memberi maaf terhadap pelaku pengeroyokan yang dilakukan oleh simpatisan massa salah satu Calon Kepala Desa yang kalah dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak di desa Terong Tawah Lombok Barat, senin (10/12) kemarin.

Hal ini diungkapkan, Fahmi saat di konfirmasi media ini. Ia mengakui dirinya telah memaafkan pelaku dengan berbagai pertimbangan, terutama aspek aspek sosial dan rasa persaudaraan karena antara pelaku dan dirinya merupakan warga satu desa.

“Saya atas nama pribadi sudah memaafkan mereka. Karena mereka yang melakukan pemukulan ini tidak lain warga masyarakat, tetangga dan rekan kerabat saya sendiri,” Ujarnya melalui pesan WhatsApps, Rabu pagi (12/12).

Fahmi menjelaskan, jika dirinya tetap ngotot untuk melawan pelaku tersebut, dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif kepada keluarganya, seperti akan adanya kebencian dan rasa tidak bersahabat dari warga setempat.

“Demi keamanan, ketentraman masyarakat di kampung saya, mereka semua saya maafkan,” Jelas Fahmi.

Selain menjaga aspek social dan persaudaraan, Fahmi juga mengaku mengambil keputusan tersebut dengan memperhatikan sisi kehidupan sehari hari pelaku, yang mana para pelaku rata rata memiliki anak istri. Sehingga dikhawatirkan keluarga pelaku akan terbengkalai jika ia membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Mereka yang melakukan pemukulan ini, Kondisi kehidupannya saya ketahui sendiri, mereka memiliki anak dan istri. Artinya tidak baik saya melanjutkan ke ranah hukum, cukup secara kekeluargaan,” Tambah Fahmi.

Permintaan maaf disampaikan langsung oleh para pelaku dengan mendatangi rumah Fahmi, dimediasi oleh pihak Kepolisian Polsek Labuapi Lombok Barat, dan Ketua DPRD Lombok Barat Imam Kafali.

“Ini semua pembelajaran bagi kita, terutama warga masyarakat, bahwa para rekan rekan wartawan ini melakukam tugas mulia mereka meliput sebuah kejadian dan memberi informasi kepada kita, kita keliru dan salah,” Tutup Imam. (M. Arif. Radio Arki)

Related posts

Pemprov NTB Libatkan Perguruan Tinggi dalam Sosialisasi Perda Pengendalian Penyakit Menular

ArkiFM Friendly Radio

Alat Berat Proyek Jalan KTC Telaga Baru Dihadang Warga

ArkiFM Friendly Radio

Perekrutan Karyawan Satu Pintu Dinilai Rugikan Masyarakat Tongo

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment