Wabup Sebut Ada Praktek Pungli Di RSUD Asy Syifa

0

Sumbawa Barat. Radio Arki – Dalam inspeksi mendadak (Sidak) oleh Pemerintah Daerah Sumbawa Barat yang dipimpin langsung Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST di RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat, Rabu pagi (16/1). Wabup menyebutkan adanya praktik pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum pegawai di RSUD Asy Syifa. Akibat kelakuannya, wabup langsung mendindak tegas dengan memberikan sanksi kepada oknum pegawai tersebut.

“Ada (menyebut nama seorang pegawai dan memintanya berdiri) disini. Kamu saya keluarkan dan pindahkan dari Rumah Sakit ini. Saya kasih kamu kesempatan, tapi jika kamu berbuat satu kali lagi, maka kamu saya pecat.” Tegas Wabup di ruang pertemuan, usai melakukan sidak di berbagai unit layanan di Rumah Sakit.

Selain memberikan sanksi kepada oknum tersebut, dihadapan Dirut RSUD Asy Syifa dan jajarannya, Wabup juga mengingatkan kepada aparatur yang ada di RSUD Asy Syifa agar tidak boleh melakukan upaya persengkongkolan. Baik itu oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“Apalagi yang ASN jangan sampai melakukan pungli, jika ketahuan pungli, disidang di Mataram dan dipecat. Apalagi yang PTT juga, jangan menjadi orang yang tidak baik disini. Ini untuk kebaikan kalian, karena sudah ada buktinya ini. Makanya saya kasih kesempatan satu kali lagi, atau kalian mundur sebelum dipecat,” Timpalnya.

Sudah ada contohnya, beber Wabup, adanya bekas mantan orang kesehatan yang dipenjara. Meski punglinya cuman Rp. 250.000, tapi kemudian disidak Tipikor dan kena hukuman penjara 8 bulan. Selain itu, sekarang gajinya distop. Ketika keluar keputusan MK dan tidak ada perubahan dari keputusan tiga menteri, otomatis oknum tersebut di pecat tanpa pensiun.

“Jadi mendingan saya keluarkan oknum tadi, daripada saya lapor polisi kemudian dipecat dan dipenjara. Makanya saya tadi cek, dari IGDnya, proses bayarnya, pendaftarannya. Untuk itu, saya minta kepada management agar proses di RSUD ini di online-kan agar menutup kesempatan adanya kemungkinan yang tidak diinginkan,” Ucap Wabup.

Di akhir sambutannya, Wabup berharap dengan adanya reposisi pegawai dan telah dilengkapinya tim di RSUD Asy Syifa, diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik.

“Management RSUD baru di reposisi, ada yang naik dan ada yang berganti dari fungsional ke structural. Saya harap kepada seluruh management dengan sudah lengkapnya pejabat yang mengisi ruang jabatan di RSUD Asy Syifa harus memberikan pelayanan yang lebih baik. Managemennya harus terbuka dengan terus mengadakan evaluasi dan koordinasi,” Tambah wabup.

Sebelumnya, wakil bupati bersama asisten III, Kadis Kesehatan dan Kepala BKD melakukan inspensi mendadak (Sidak) di berbagai unit pelayanan. Mulai dari loket pelayanan dan loket pembayaran, ruang Medical Cek Up (MCU), Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang ICU, dan terakhir ruang hemodialisa. Selain memantau proses pelayanan secara langsung, wabup juga berdialog dengan sejumlah pegawai, baik itu menyangkut alur pelayanan, hingga masalah yang dihadapi pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Enk. Radio Arki)

Leave A Reply