ARKIFM NEWS

‘Menyengat’, Bau Got di Tengah Kota Taliwang

Sumbawa Barat. Radio Arki – Ditengah Pemerintah Daerah Sumbawa Barat tengah giat mensosialisasikan program unggulan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang bermuara pada pentingnya kebersihan. Nyatanya, praktik di lapangan belum maksimal dan menyeluruh. Mengapa tidak, aroma got menyengat dari saluran irigasi yang berada di tengah Kota Taliwang, tepatnya di samping SMA Muhammadyah menjadi suatu hal yang tak lazim berada di Kabupaten ke 6 Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) secara nasional tersebut.

Saluran tersebut tersumbat lantaran adanya pendangkalan parit dengan sampah plastik dan air yang berwarna hitam pekat mengeluarkan bau menyengat. Air berwarna hitam pekat dan sampah yang menyumbat, menambah kesan kumuh kawasan yang ramai dilalui kendaraan tersebut.

Ria (28), pengguna kendaraan roda dua asal Kecamatan Brang Rea mengeluhkan bau tidak sedap yang bersumber dari parit SMA Muhammadyah. Perempuan yang sering melewati daerah tersebut selalu menggunakan masker saat hendak berhenti di simpang lampu lalu lintas untuk menghindari aroma tidak sedap.

“Bau gotnya menyengat pak. Sengaja gunakan masker agar tidak tercium,” katanya kepada wartawan arkifm.com, belum lama ini.

Hal senada juga diucapkan Mardiana (27), ibu rumah tangga asal Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang. Ia mengeluhkan bau menyengat yang bersumber dari air tergenang parit SMA Muhammadyah, belum lagi pemandangan sampah pelastik yang berserakan di parit yang seolah olah tampak tak terurus tersebut.

“Itu pak (Sambil menunjuk arah parit), tidak enak dilihat. Belum lagi baunya yang tercium saat kendaraan berhenti di lampu lalu lintas,” cetus Mardiana, sembari menutup hidung menggunakan jilbabnya.

Lurah Kelurahan Bugis, Zulkifli yang dikonfirmasi media ini via whatsApps mengaku sering melakukan giat gotong royong bersama aparatur desa dan sejumlah warga di parit SMA Muhammadyah. Air limbah rumah tangga kiriman dari Kelurahan Arab Kenangan, menurut lurah yang baru menjabat dua bulan tersebut tidak bisa dihindarkan, karena kondisi parit yang mengalami pendangkalan.

“Sudah 3 kali sejak saya menjabat, melakukan gotong royong secara manual di area tersebut,” ujar Zulkifli.

Selain melakukan giat gotong royong, dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi untuk mencari solusi atas pendangkalan saluran irigasi. Ia mengatakan, Pemerintah provinsi akan melakukan pengerukan menggunakan eskavator.

“InsyaAllah bulan depan akan dilakukan pengerukan menggunakan eskavator oleh pemerintah provinsi. Di tahun 2020, kami akan menutup parit tersebut menggunakan beton,” kata Zulkifli.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup KSB, Feriyal, yang dikonfirmasi media ini via WhatsApps terkait kondisi parit dengan air tergenang dan bau menyengat tersebut, meminta warga setempat melakukan gotong royong. Pihaknya mengaku bersedia mengangkut sampah yang dikumpulkan oleh warga saat gotong royong.

“Silahkan warga gotong royong pak, kami bantu angkut sampah yang sudah di kumpulkan. Kami bantu siapkan armada untuk angkut sampahnya pak,” ujarnya, singkat. (Enk. Radio Arki)

Related posts

Nilai Ada Kejanggalan, FPAN KSB Usulkan Bentuk TPF Dugaan Pencemaran Di Tongoloka

ArkiFM Friendly Radio

Ajak Ahok Rapat di DPD PDIP, Ketua Timses: Ada yang Dihambat di Lapangan

ArkiFM Friendly Radio

Gubernur NTB Komitmen Kuliahkan Kader HMI Keluar Negeri

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment