ARKIFM NEWS

Target Pasar Madu Hutan Mataiyang Diharapkan Tembus Pasar Internasional

Sumbawa Barat. Radio Arki – Pemasaran produk madu hutan Desa Mataiyang Kecamatan Brang Ene terus menggeliat. Untuk target pemasarannya sendiri, bukan hanya diharapkan tembus pasar nasional, namun juga pasar Internasioal. Demikian dikatakan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, MM kepada Arkifm.com, diselah selah kegiatan panen raya madu dan forum bisnis madu di Lapangan Desa Mataiyang, Kamis pagi (17/10).

Ditambahkan, target pasar internasional bukan tanpa alasan. Hal tersebut mengingat, madu Sumbawa sudah memiliki branding dan terkenal di kalangan luas. Modal awal branding itulah, kata Bupati, akan diikuti dengan produksi yang mengedepankan kualitas.

“Sekarang ada penguatan. Ada kemasan dan cara pengelolaan yang lebih bagus, melalui Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL), program kementerian Desa PDTT,” ujar Bupati.

Saat ini, tempat produksi madu hutan mataiyang sedang dibangun. Fokus Pemerintah sebagai pendamping dan BUMDes Saling Pariri Desa Mataiyang, selaku yang mengelolah madu hutan Mataiyang adalah proses labeling dan kemasan. Dengan demikian, diharapkan ada proteksi khusus terhadap kemasan madu, sehingga tidak muda ditiru oleh pihak lain.

Baca Juga : http://arkifm.com/7362-pemprov-ntb-komitmen-bantu-pasarkan-madu-hutan-mataiyang.html

“Pertama kita amankan produksinya, karena gampang sekali ditiru dan dimanipulasi. Sehingga, kita bangun tempat produksi madu Mataiyang untuk prosesing. Tahap selanjutnya, ketika produksinya sudah kita pastikan asli, maka produk harus diamankan. Misalnya seperti produk tersegel agar tidak gampang ditiru atau dirubah,” terang Bupati.

Bupati juga berpesan kepada para petani, agar betul betul dikelolah secara jujur, dengan mengedepankan kualitas. Baru selanjutnya mengedepankan kemasan yang terproteksi terhadap kejujuran yang dijalankan petani madu. Dengan demikian, maka kepercayaan masyarakat akan kualitas madu hutan Mataiyang akan terus terjaga.

“Mudah mudahan bisa terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan utama masyarakat di Desa Mataiyang, yang kemudian menjadi produksi desa,” tambah Bupati.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa KSB, Drs. Mulyadi, M.Si dalam laporannya mengatakan, Desa Mataiyang dijadikan pilot project inkubasi inovasi desa dengan produk madu hutan. Anggaran Rp. 1,2 miliar digelontorkan oleh pemerintah pusat untuk mensukseskannya.

“Alhamdulillah, melalui Anggaran tersebut, kita membuat rumah produksi madu, pengadaan peralatan dan peningkatan sumber daya manusia,” tukas Drs. Mulyadi, singkat. (Adv/Enk. Radio Arki)

Related posts

Aksi Jilid II Mahasiswa NTB Ricuh, 26 Mahasiswa Ditekuk, Lima Aparat Tumbang

ArkiFM Friendly Radio

51 Pegawai DPMPD KSB Dites Urin

ArkiFM Friendly Radio

TKD Jokowi-Maruf Amin Fokus Perkuat Saksi

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment