Bung Ahay Bicara Soal ‘Serangan Tujuh Hari Tujuh Malam’

0

Jakarta, CNN Indonesia — Pengamat dan komentator sepak bola, Hadi Gunawan, kembali membuat komentar yang menarik perhatian pendukung Indonesia dalam laga leg kedua semifinal Piala AFF 2016.

Setelah mempopulerkan istilah ‘Suami Muda’ untuk menyebut gelandang Filipina James Younghusband, Hadi yang akrab dipanggil Bung Ahay kini melambungkan frasa ‘Serangan Tujuh Hari Tujuh Malam’ ketika mengomentari pertandingan Vietnam versus Indonesia.

Indonesia menang agregat 4-3 atas Vietnam dalam pertandingan yang berlangsung di My Dinh National Stadium, Rabu (7/12).

Pertandingan yang berlangsung selama 120 menit tersebut berlangsung penuh tekanan untuk tim Indonesia. Penguasaan bola Vietnam tercatat 55 persen, sedangkan Indonesia hanya 45 persen. Di babak pertama, gempuran Vietnam bahkan membuat Indonesia sering terkurung di lini pertahanan sendiri.

Sepanjang 45 menit pertama, Indonesia bahkan hanya menciptakan satu peluang lewat kaki Boaz Solossa.

Kondisi itu pun membuat Hadi menyebut Indonesia mendapatkan serangan selama ‘Tujuh hari Tujuh malam’. Maksudnya, serangan yang tidak kunjung berhenti.

“Itu spontan saja. Sebagai komentator harus bisa gambarkan suasana pertandingan, dan ya harus pakai istilah-istilah yang seperti itu. Istilah-istilah yang ada di kehidupan sehari-hari supaya benar-benar bisa kasih suasana pertandingan yang ada,” kata Hadi saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.

“Orang anggap lebay (berlebihan), tapi itulah gambaran yang ada di pertandingan,” katanya menambahkan.

Frasa ‘tujuh hari tujuh malam’ sendiri memang akrab di telinga masyarakat Indonesia terkait kearifan lokal. Misalnya saja tradisi menggelar pesta tujuh hari tujuh malam.

Saat membawakan pertandingan, Hadi sendiri terdengar amat lancar dalam melafalkan nama-nama pemain Vietnam yang cukup sukar disebutkan masyarkat Indonesia.

Hadi mengaku sudah cukup hafal nama-nama pemain Vietnam.

“Yang seperti itu disiapkan data-datanya saja dengan baik. Tapi memang menghafalnya itu ‘gila’. Harus belajar dulu. Masak menyebut pemain Eropa lancar tapi Asia tidak? Harus sama-sama bisa,” ucap Hadi.

Walau Indonesia bermain dalam tekanan sepanjang pertandingan, Hadi tetap menilai tim Merah Putih bermain dengan luar biasa. “Keren, perjuangan Indonesia bermain dalam tekanan dan akhirnya menang itu perlu diapresiasi,” ucapnya melanjutkan.

Lebih lanjut, Hadi menilai masih banyak hal yang perlu dievaluasi, terutama penyampaian komunikasi dan koordinasi dari lini belakang ke lini depan.

“Kemudian, stamina Indonesia masih kalah dari Vietnam maupun Thailand. Begitu juga kekuatan badan. Kalau Le Cong Vinh (kapten Vietnam) menyebut permainan Indonesia biasa saja ya memang benar.

“Jadi Indonesia bermainlah dengan maksimal di partai final nanti, gambarkan semangat sepak bola yang belum mati. Dan yang penting tidak bikin malu negara sendiri,” ujar Hadi.

Di partai final Indonesia akan melawan pemenang dari babak semifinal antara Thailand atau Myanmar. Thailand dan Myanmar akan memainkan semifinal leg kedua di Rajamangala National Stadium, Bangkok, Kamis (8/12). Pada leg pertama, Thailand menang 2-0. (vws)

 

(SUMBER: CNN INDONESIA)

Leave A Reply