Karang Taruna Desa Senggigi Mendorong Anggaran Pencegahan Anti Narkoba Dari Desa

0

Lombok Barat. Radio Arki – Keseriusan karang taruna Desa Senggigi, Lombok Barat, untuk meretas peredaran Narkoba di wilayah itu patut diacungi jempol. Pasalnya, setelah melakukan bebagai kegiatan untuk pencegahan narkoba, termasuk membanngun kerjasama dengan BNN Provinsi NTB untuk pos sadar anti Narkoba, kini karang taruna itu berencana mendorong pemerinatah desa setempat untuk menganggarkan pos khusus untuk memperkuat pencegahan narkoba di desa wisata tersebut.

Demikian diterangkan, ketua krang Taruna desa Senggigi, Mastur, kepada www.arkifm.com, belum lama ini.

“narkoba adalah kejaharan luar biasa. Dan patutu menjadi tanggung jawab bersama. untuk itu kami minta desa nanti untuk menyiapkan anggaran khusus untuk kegiatan pencegahan narkoba,” bebernya

“akan diajukan program dan bentuk kegiatannya nanti. Jadi semuanya akan dipertanggungjawabkan. Apalagi Narkoba di senggigi cukup memperihatinkan,” timpalnya.

Menurut Mastur, Anggaran dari pos dana desa tersebut tidak akan pernah bertolak belakang dengan aturan yang ada. Karena selain pencegahan dan pengentasan Narkoba menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk desa. Anggaran itu akan dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Untuk saat ini, terangnya, Karang taruna desa Senggigi telah mengundang BNN Provinsi NTB untuk meresmikan pos sadar Anti Narkoba. Pos tersebut, pasalnya diperuntukkan buat menjadi pusat dan rumah dalam mengatur langkah-langkah penanganan narkoba di Senggigi.

“kita sudah inisiasi pos sadar Anti Narkoba. Dan ini adalah program kerjasama pertama dalam model penanganan Narkoba. Saya harap ini bisa menjadi contoh. Maka dari itu penting untuk didukung dengan penganggaran buat operasional tim kedepan,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Kombespol. Drs. Sariyanto, Rabu 12/10 siang kemarin, melaporkan sudah meresmikan pos sadar pengehanan anti Narkoba di pantai Senggigi dan sekitarnya. Hal itu pasalnya perlu dilakukan, mengingat potensi peredaran barang haram di area hiburan dan wisata yang cukup tinggi, termasuk salah satunya adalah Senggigi.

img-20161012-wa0000“sudah kita kukuhkan 16 orang relawan. Ini adalah contoh yang baik. Dan semoga desa lain bisa belajar dari karang taruna ini (desa Senggigi.red),” ujarnya

Relawan ini, lanjutnya, dibentuk berdasarkan inisiatif karang taruna desa setempat melihat realitas social di Senggigi. Dan ini bisa menjadi model kerjasama yang menarik dan efektif untuk pencegahan Narkoba.

“kita apresiasi. Relawan ini bisa menjadi penyambung dari tugas BNN dalam pencegahan Narkoba,” tutupnya. (AH-ArkiRadio)

 

Leave A Reply