ARKIFM NEWS

Ada Alumni Undova Ikut Asia Pacific Youth Exchange 2017

 

Jakarta. Radio Arki- Keberadaaan Universitas Cordova (Undova) di Sumbawa Barat memang patut diperhitungkan, selain telah menempatkan banyak alumni pada sejumlah jabatan strategis pemerintahan dan swasta. Kini alumni Undova kembali menunjukkan kemampuannya dengan menjadi salah satu peserta pada ajang bergengsi internasional, yaitu Asia Pacific Youth Exchange 2017 atau Pertukaran Pemuda Asia Pacific 2017.

mutya-3Mutya Gustina (27),  atau akrab disapa Mutya, inilah perempun tamatan Universitas Cordova tahun 2013 yang telah berhasil ikut pada ajang bergengsi tersebut. Perempuan ini dikenal cerdas, sangat aktif dan punya kepedulian tinggi terhadap sosial pada saat menjadi mahasiswa di Universitas Cordova. Jadi tak heran apabila ia menjadi salah satu dari 124 peserta dari 21 Negara, seperti  Amerika, Brazil, China, Nepal, Bangladesh, Africa, Korea, dan lainnya. Ada tahapan yang sangat sulit sehingga perempuan ini bisa masuk menjadi salah satu dari lima delegasi Indonesia di ajang bergengsi tersebut. Tetapi dengan modal ‘yakin usaha sampai’ impian itu akhirnya tercapai.

“kegiatan ini adalah kegiatan tahunan dari program SDG’s. kebetulan tahun ini dilaksanakan di Bangkok, Thailand. Jadi saya bersyukur karena bisa terpilih,” ujarnya, kepada www.arkifm.com, Rabu (11/1) sore tadi.

Dijelaskan, kegiatan ini bertujuan mempersiapkan generasi untuk mendukung tercapainya SDGs di tahun 2030. Karena SDGs membutuhkan komitmen global dan gerakan atau aksi bersama. SDG’s adalah singkatan dari Sustainable Development Goals, seperangkat target yang berhubungan dengan  pengembangan internasional di masa mendatang. Target-target ini dibuat oleh PBB dan dipromosikan sebagai Tujuan Global untuk Pembangunan yang Berkelanjutan. Program ini adalah kelanjutan dari program Pembangunan Milenium (MDGs) yang tidak lagi berlaku terhitung mulai akhir 2015. SDG aktif mulai tahun 2015 hingga 2030.

mutya-beritaKonsep SDGs dibuat berdasarkan keberhasilan MDGs, perbedaannya bahwa SDGs memiliki cakupan lebih luas yang dianggap mampu lebih tanggap terhadap penyebab utama kemiskinan dan kebutuhan universal. Tujuan SDGs mencakup 3 dimensi dari pembangunanan berkelanjutan yaitu pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial dan perlindungan terhadap lingkungan. Dan dalam kegiatan kali ini, SDG’s mengambil tema Youth and Innovation to Achieve the Sustainable Development Goals (Pemuda dan Inovasi untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua pekan (9 s.d 22 Januari 2017), dengan berbagai agenda kegiatan, seperti pelatihan kepemimpinan pengembangan, simposium pemuda, pengembangan proyek, forum tingkat tinggi, desa global, dan studi tour.

“ini pengalaman berharga, karena bisa banyak belajar dari Negara lain tentang bagaimana pembangunan berkelanjutan,”ungkapnya.

Selain menjelaskan tentang kegiatan tersebut, Mutya yang juga pernah menjadi ketua Cabang salah organisasi mahasiswa ekstra kampus di Sumbawa Barat, berbagi cerita tentang bagaimana dia bisa mengikuti kegiatan tersebut. baik itu tahapan seleksi dan tahapan lainnya.

mutya-4“pengalaman organisasi ekstra kampus-lah yang telah membawa saya seperti ini. Karena kalau saya hanya mengandalkan pendidikan kampus, maka saya akan biasa-biasa saja. Saya ingin lebih banyak belajar dan belajar, terutama tentang mempertajam kepekaan sosial saya,” ujarnya menceritakan.

Saat ini, Mutya masih melanjutkan kuliahnya di pasca sarjana jurusan pendidikan, Universitas Negeri Jakaarta. sebelumnya ia telah mengeyam pendidikan di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, yang ia lanjutkan dengan berkuliah ditempat yang sama, di Universitas Cordova. Selain sangat memperhatikan pendidikan formil, ia juga masih terus aktif di salah satu organisasi ekstra kampus yang telah membawanya ke ibu kota (Jakarta.red). Bahkan saat ini, ia masih dipercaya menjabat posisi yang cukup startegis di kepengurusan pusat organisasi mahasiswa itu.

“tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau. Semoga ini bisa menjadi motivasi buat saya dan adik-adik saya kedepan.” Demikian, tutup Mutya. (US-ArkiRadio)

Related posts

Jaga Kondusifitas Daerah, Dandim 1628 Bangun Kemitraan Dengan Insan Pers

ArkiFM Friendly Radio

Menunggu Hasil Swab PDP Meninggal Asal KSB

ArkiFM Friendly Radio

Pemprov Tetapkan NTB Siaga Darurat Corona

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment