ARKIFM NEWS

Persoalan Rencana PHK Karyawan Di PT AMNT, Ini Kata Bupati KSB

“PT Amman Mineral Nusa Tenggara baru beroperasi beberapa bulan di lokasi tambang Batu Hijau. Sayangnya berbagai persoalan terus bermunculan, dan seakan pihak manajemen perusahaan itu acuh dengan persoalan kebutuhan warga setempat . Termasuk yang paling teranyar adalah tentang kebijakan Pemutusan Hubunga Kerja (PHK) yang rencananya mencapai 50 persen, dimana perusahaan sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi apapun tentang hal tersebut”   

Sumbawa Barat. Radio Arki – Wacana Pengurangan Karyawan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebanyak 50 persen yang telah menuai banyak respon dari masyarakat Sumbawa Barat. Tak terkecuali Bupati Sumbawa Barat, yang mendesak agar perusahaan nasional itu lebih transparan dan menyampaikan kepada public tentang kondisi perusahaan yang sebenarnya.

Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr.Ir.H.W.Musyafirin,MM yang ditemui www.arkifm.com, Senin (8/5) sore kemarin, menegeskan bahwa management PT.AMNT harus transparan dalam menentukan setiap kebijakan, baik itu perekrutan tenaga kerja maupun pengurangan tenaga kerja.

“baiknya manajemen harus tranparan, jangan justru tertutup dengan berbagai persoalan.” Ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya Presdir PT.AMNT telah menjelaskan dalam pertemuan dengan Pemerintah Daerah KSB beberapa hari lalu bahwa kegiatan, di tambang baru hanya penataan, belum adanya penggalian. Jadi tingkat pekerjaan disana masih relatif kurang. Kemudian sudah di sampaikan bahwa akan adanya efesiensi. Efesiensi semua hal, baik belanja, efesiensi operasionalnya, efesiensi karyawannya.

Menurut Firin, kebijakan itu memang harus dilakukan. Namun demikian ia mengaku juga harus mempertahankan karyawan lokal. Artinya orang lokal harus diprioritaskan dalam setiap recruitment tenaga kerja. Termasuk rencana kebijakan pengurangan tenaga kerja di Batu Hijau.

“saya tekankan itu adalah asset-asset lokal harus dijaga, termasuk karyawannya. karyawan lokal ini harus dipertahankan, itu hasil diskusi saya dengan pak direktur,”uUngkap Firin.

Lebih lanjut ia mneyinggung, tentang rekrutmen tenaga kerja yang juga harus lebih transfaran. Pihak Manajemen PT AMNT, kata firin, jangan asal masukkan sembarangan pekerja tanpa melalui mekanisme yang benar. Apalagi dengan skill yang kurang mumpuni, padahal posisi seperti inibisa saja diisi oleh warga local, termasuk pada posisi posisi stratgeis atayu membutuhkan skil khusus, tenaga kerja local juga harus dipriotaskan.

“ada yang punya kemampuan lebih di kita tapi tidak diprioritaskan hanya karena mereka tertutup dalam perekrutannya. Kalau memang mereka butuh karyawan, mereka harus melibatkan Pemda sesuai mekanisme yang berlaku.” Tukasnya.

“Kita berharap dalam pengurangan karyawan yang katanya kurang lebih 1000 orang karyawan ini lebih memprioritaskan masyarakat lokal. InsyaAllah nanti kalau smelter ini sudah ada, pasti kita akan melakukan perecrutan dengan mengedepankan orang lokal juga.” Demikian, Firin. (Khairuddin.Radio Arki)

 

Related posts

KTT IORA, RI Buka Kerjasama dengan 5 Negara Ini

Cuaca Ekstrem, Nelayan Diimbau Agar Tidak Melaut

ArkiFM Friendly Radio

1,5 Tahun Menjabat, Inilah Capaian Kepemimpinan Dr. Ir.H.W Musyafirin-Fud Syaifuddin, ST (Final)

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment