NEWS

HIPMASBAR Ingin Lebih banyak Alumninya Sukses Di Politik

Mataram. Radio Arki – Himpunan Pelajar Mahasiswa Sumbawa Barat (HIPMASBAR) mengungkapkan bahwa alumni HIPMASBAR saat ini telah banyak mengabdi pada setiap elemen, baik itu akademisi, praktisi ataupun politisi.
Namun melihat pentingnya politik, ketua HIPMASBAR, Dymas Prayogi menegaskan bahwa, ingin lebih banyak mendorong alumni yang sukses menjadi politisi.


“Secara kualitas, alumni Himpasbar sudah teruji dan terbukti, apalagi menjadi politisi. Untuk itu kalau ada alumni yang masuk (politik), ngapain kita mendorong yang lain,,” tegasnya, Senin 10 Juni tadi pagi, kepada media ini.


Sikap dan alasan itu, lanjut Dymas bukan berarti HIPMASBAR tidak objektif, tetapi dengan adanya alumni, maka jelas secara kualitas atau bobotnya sudah teruji, karena tempaan yang dilakukan secara organisasi bukan hanya bagaimana menjadi mahasiswa saja, tetapi mahasiswa yang memiliki sikap kritis dan memahami setiap problem sosial kemasyarakatan.


Ia menyebut, ada banyak alumni yang sukses di politik, Agusfian, Andi laweng dan Muhammad Yamin, termasuk juga Akhaeruddin. Beberapa tokoh ini telah memberikan warna politik parlemen di Sumbawa Barat, jadi apa salahnya kalau tokoh-tokoh ini didorong menjadi ekskutif.
“Kita tidak ingin pemimpin itu aji mumpung, harus yang jelas rekam jejaknya,” tukasnya.

Acara malam keakraban bukan acara politik
Lebih lanjut Dymas juga menyinggung, setiap kegiatan yang digelar oleh HIPMASBAR pada prinsipnya tidak pernah bermuatan politik, termasuk acara malam keakraban yang digelar 7 Juni 2024 lalu. Kegiatan itu merupakan kegiatan untuk menjaga kekompakan anggota organisasi. Jadi kalaupun ada unsur pejabat politik, seperti kehadiran bupati bersama istrinya adalah murni penghormatan sebagai pimpinan daerah.


“saya berharap tidak ada opini yang membangun narasi acara itu untuk mendukung calon tertentu. Karena sikap kami jelas, secara organisasi itu netral,” ujarnya.


Senada dengan Dymas, Lody Windrajaya yang juga Pengurus Hipmasbar mengatakan, momentum pemilihan kepala daerah saat ini, sangat rentan untuk diopinikan segala kegiatan sebagai tindakan politik praktis. Padahal apapun tindakan HIPMASBAR secara organisasi, terdapat mekanisme yang harus dihormati dan pastinya terlepas dengan politik praktis. Tetapi kalaupun gerakan yang bermuatan politik atau bahkan dukungan kepada calon tertentu, maka itu murni gerakan diluar organisasi yang terkonsolidasi atas dasar kesadaran akan pentingnya mendorong alumni pada wilayah politik praktis.


“Organisasi pastinya jelas, cara dan sikapnya, netral. Tetapi kalaupun ada alumni kami yang masuk (politik), saya yakin gerakan dukungan itu akan terbangun dengan sendirinya,” tukas Lody.

Seperti diketahui, HIPMASBAR adalah organisasi pelajar dan mahasiswa yang dibentuk tahun 2004 silam di Mataram oleh sejumlah pelajar dan mahasiswa dari Sumbawa Barat yang bertujuan untuk menghimpun pelajar mahasiswa untuk lebih dinamis dan memberikan masukan terhadap daerah. Dalam perjalanannya organisasi ini telah melahirkan beebrapa tokoh birokrat dan politik atau praktisi. (Admin01. Radio Arki)

Related posts

Perkuat Pelayanan, 5 Puskesmas Ditargetkan Terakreditasi Tahun 2017

Bacabup Bima Ini Ajak Masyarakat Wujudkan NTB Gemilang

ArkiFM Friendly Radio

Meriah, Tarian Lumpur Taliwang Hipnotis Ribuan Penonton

ArkiFM Friendly Radio