ARKIFM ARTIKEL

IPM SUMBAWA BARAT MELOMPAT KE LEVEL TINGGI

Kabupaten Sumbawa Barat menyusul bersama-sama dengan Kota Mataram dan Kota Bima berada dalam katagori IPM Tinggi di tahun 2017.

IPM (Index Pembangunan Manusia) tetap menjadi Sorotan dalam menghitung index pembangunan sejak diluncurkan oleh UNDP (United Nations Development Programme) pada tahun 1990. Hal itu wajar, karena IPM menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan.

Dalam perkembangannya, metode penghitungan IPM senantiasa dimutakhirkan dalam menghitung index pembangunan. IPM menjadi salah satu alat ukur target, karena posisinya sebagai indikator yang sangat strategis bagi pembangunan pemerintah. IPM digunakan sebagai bahan pertimbangan didalam pembahasan asumsi makro di DPR RI dan menjadi alokator dalam membagi Dana Alokasi Umum (DAU).

Perkembangan angka IPM di Kabupaten Sumbawa Barat(KSB) cukup membanggakan. Hal ini terlihat dari angka IPM di KSB pada tahun 2017 yang mencapai 70,08, atau berada pada kategori level tinggi, naik dari tahun sebelumnya, dimana IPM KSB pada 2016 yaitu 69,26 atau berada pada kategori IPM level sedang.

Pada tahun 2017 Kabupaten Sumbawa Barat mendapatkan prestasi yaitu melompat ke IPM level tinggi yaitu 70,08. Kategori IPM di KSB yang telah mencapai level tinggi setara dengan Kota Mataram dan Kota Bima, sedangkan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi NTB masih berada di kategori sedang. Level IPM di tingkat Kabupaten/Kota se-NTB berkisar antara 63,04 di Kabupaten Lombok Utara, hingga 77,84 di Kota Mataram.

Jika kita berbicara IPM dilevel Kabupaten, angka IPM KSB merupakan yang tertinggi di pulau Sumbawa pada tahun 2017, dan juga merupakan satu-satunya wilayah di Pulau Sumbawa yang memiliki IPM dengan kategori tinggi. Kabupaten Sumbawa Barat paling tinggi disusul IPM Kabupaten Lombok Barat 66.37 dan yang terendah IPM Lombok Utara di angka 63.04 Hal ini cukup membanggakan dan patut diapresiasi mengingat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sudah cukup maksimal dalam usahanya untuk peningkatan pencapaian pembangunan di Bumi Pariri Lema Bariri ini.

Kenaikan IPM Kabupaten Sumbawa Barat tercermin dalam peningkatan pada komponen-komponen penyusun IPM antara lain yaitu Umur Harapan Hidup Saat Lahir (UHH) di tahun 2016 adalah sebesar 66,66, di tahun 2016 naik menjadi 66,98 ditahun 2017. Harapan Lama Sekolah (HLS) di tahun 2016 adalah sebesar 13,58 naik menjadi 13,59 di tahun 2017, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di tahun 2016 adalah sebesar 8,05 naik menjadi 8,18 di tahun 2017, dan yang terakhir Pengeluaran Per Kapita disesuaikan (Rp 000)di tahun 2016 adalah sebesar Rp 10,528 53 Juta, naik menjadi Rp 11,066 07 Juta di tahun 2017. Kombinasi peningkatan pada semua komponen pembentuk IPM tersebut berdampak pada pertumbuhan IPM di KSB sebesar 1,18% di tahun 2017. Sehingga pencapaian IPM Kabupaten Sumbawa Barat di Tahun 2016 adalah 69.26 naik menjadi 70.08 terjadi pertumbuhan 1.18%.

IPM KSB jauh melampaui IPM Provinsi NTB berada pada level sedang dengan laju pertumbuhan mencapai 1.17% pada Tahun 2016 masih berada pada level sedang, di mana angka IPM Provinsi NTB sebesar 66,58 dengan pertumbuhan sebesar 1,17%. IPM Provinsi NTB di tahun 2017 ini juga mengalami pencapaian yang sangat menggembirakan, di mana dalam 7 tahun terakhir terus mengalami kemajuan, peningkatan IPM ditahun 2017 menghantar NTB ke peringkat IPM NTB menempati posisi ke-29 dari 34 provinsi di Indonesia.

Related posts

ASN Tidak Boleh Belanja Di Pasar Bayangan  

ArkiFM Friendly Radio

Pemdes Mura Terima Pendampingan Hukum Kajari Sumbawa Barat

ArkiFM Friendly Radio

Desa Talonang Baru Disulap Jadi Kawasan Food Estate Mini

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment